in

Nasib Pabrik Pertama Air Kemasan Hygeia di Semarang, Kini Dijadikan Pabrik Margarin

Meski bangunan tua masih memperlihatkan kemegahan yang dulu bekas Paberik Hygeia di Jalan Agus Salim, Kawasan Kota Lama Semarang.

SUASANA di keramaian hiruk pikuk aktivitas perdagangan dan jasa di Kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di Jalan Agus Salim, Kota Semarang terselip bangunan pabrik kuno yang dulu pernah menjadi pabrik air minum kemasan yang dianggap pertama berdiri di Semarang. Yaitu, Paberik Hygeia, bangunan pabrik yang sampai saat ini masih bisa dilihat dan nampak utuh bertahan.

Namun, bangunan pabrik tersebut kini sulit terlihat dengan jelas kalau dilihat langsung dari Jalan Agus Salim karena sebagian besar sudah tertutup oleh kios atau lapak penjual ikan hias. Bangunan tua ini mudah dikenali karena tulisan aslinya masih nampak cukup besar.

Kini nasib bangunan tua bersejarah tersebut juga tertutup oleh tempat usaha warungan dan pembuatan aquarium disamping kanan kiri dan bagian belakangnya. Saat datang ke lokasi pabrik tersebut, pagar di sekelilingnya terlihat dengan kondisi terkunci dan tertutup rapat yakni di belakang dan samping pabrik, hanya ada satu akses masuk dari bagian depan saja.

Menurut warga sekitar yang mengetahui perihal bangunan pabrik Hygeia ini menjelaskan, memang sebelum dialihfungsikan menjadi pabrik margarin saat ini, dulunya pernah sebagai pabrik air kemasan dengan merek Hygeia pertama yang ada di Semarang.

Salah seorang penjual ikan hias, Pipit (63) menuturkan, bahwa memang awalnya bangunan tua tersebut adalah pabrik air kemasan merek Hygeia, pernah dipakai juga menjadi pabrik minyak goreng, dan sekarang sehari-hari sebagai pabrik margarin.

“Sejak tahun 1990 an, saya tahu kalau pabrik tersebut sudah jadi pabrik minyak sawit. Dan bertahan hingga sekarang pabrik margarin, meskipun hanya belasan karyawan tapi masih produksi,” katanya saat ditemui, Rabu (29/6/2022).

Dijelaskan dia, bentuk air kemasan dihasilkan dari pabrik ini seperti sejenis kemasan botol sekarang.

“Botolnya bisa buka tutup, setahu saya yang jual air kemasan pertama yang pakai botol seperti itu baru pertama di sini. Karena sudah diproduksi sejak zaman Belanda. Bahkan, pada awalnya dijual sampai di luar kota,” paparnya.

Dia berjualan ikan hias di lokasi tersebut sejak tahun 1991.

“Sebelumnya tempat berjualan ikan di dekat Pasar Johar, terus pindah kesini. Awalnya hanya beberapa penjual ikan hias di tempat ini, sekarang sampai ada sekitar 20 an penjual ikan hias,” ujarnya.

Salah satu penjual warungan di sekitar lokasi, Gunadi (46) mengatakan, sampai saat ini pabrik tersebut masih buka. Menurut cerita warga sekitar sebelum menjadi pabrik margarin pernah menjadi pabrik air kemasan pertama di Semarang.

“Setahu saya saat ini dipakai untuk pabrik margarin. Kalau dulu pas pabrik air kemasan saya kurang tahu pasti,” katanya.
Menurut pegiat cagar budaya Kota Semarang, Tjahjono Rahardjo bahwa pabrik ini dianggap pabrik pengolaha air minum dalam kemasan pertama di Hindia-Belanda. Pabrik ini telah berdiri pada abad ke-20 yaitu sekitar tahaun 1901 M.

“Hygeia adalah pabrik pertama yang memproduksi air mineral dalam botol. Di masa itu terkenal sebagai Air Belanda,” ujarnya.

Sedangkan pendiri Hygeia, kata dia, adalah pemuda Eropa kelahiran Belanda bernama Hendrik Freerk Tillema. Berdasarkan literatur yang ada , Tillema merupakan seorang apoteker.

Sebelum hijrah ke Nusantara pernah bekerja di apotek Kota Bolsward Belanda. Pada tahun 1896 dia hijrah tak hanya jadi apoteker, tapi juga pengusaha air minum.

Tillema kemudian sukses karena berhasil mengembangkan beragam minuman berkarbonasi. Dan Hygeia adalah produl unggulannya yang wilayah pemasarannya sangat luas bahkan hingga luar pulau’ dan Hygeia pun menarik perhatian para Hindia Belanda. (HS-06)

Empat Lokasi di Kendal, Jadi Sasaran Vaksinasi PMK Tahap Pertama

Peringati HARGANAS 2022, Ganjar Tekankan Pencegahan Stunting dan Menanam Tanaman Pendamping Padi