Nama Lapangan Simpanglima Dikembalikan Jadi Lapangan Pancasila

Pembangunan salah satu ikon Kota Semarang, yakni pada bagian tulisan “SIMPANG LIMA” akan diganti dengan tulisan “Lapangan Pancasila Simpang Lima”, saat ini masih dalam pengerjaan, Selasa (23/3/2021).

 

HALO SEMARANG – Renovasi atau pembangunan ikon di pusat keramaian Kota Semarang, berupa tulisan “Simpang Lima” di Kawasan Simpang Lima Semarang saat ini tengah dikerjakan.

Dari pantauan, Selasa (23/3/2021) siang, sejumlah pekerja terlihat mengerjakan dinding yang akan dipasang tulisan Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Tulisan yang lama, yakni SIMPANG LIMA sudah dibongkar dan akan digantikan dengan tulisan yang baru, yaitu “Lapangan Pancasila Simpang Lima”.

Tulisan ini telah menjadi spot untuk berpose paling ramai yang dijadikan untuk berswa foto oleh wisatawan saat berada di kota Semarang.

Sekaligus, sebagai latar tempat foto yang menunjukkan seseorang telah berada di salah satu destinasi wisata Kota Lumpia.
Salah satu pekerja, Silo (45) mengatakan, dirinya baru satu pekan ini ikut mengerjakan proyek di Simpang Lima.

Dirinya bersama rekan lainnya, mulai setiap harinya mengerjakan pembangunan, dari pagi sampai sore hari.

“Ada tujuh orang pekerja yang mengerjakan pembangunan di sini. Nanti, tulisannya bukan hanya Simpang Lima saja, tapi ditambah menjadi Lapagan Pancasila Simpang Lima.
“Nantinya, kalau tulisan ini sudah jadi, otomatis di depannya akan jadi tempat untuk foto-foto orang yang sedang berkunjung ke kota Semarang,” katanya, Selasa, (23/3/2021).

Di sekitar lokasi ditutup, dari bahan terpal yang disangga besi jenis baja ringan, dan jiga terpasang spanduk, pemberitahuan jika sedang ada pengerjaan renovasi di sana.

Nampak, beberapa warga memutari bundaran Simpang Lima untuk jogging dan berolahraga.

Dari sejarahnya, Lapangan Pancasila Simpang Lima, merupakan pusat keramaian baru yang dibangun menggantikan pusat kota yang sebelumnya ada, yaitu di Alun-alun sekitar Masjid Besar Kauman, pasar Johar.

Dan pembangunan Lapangan Pancasila ini, tidak lepas dari sosok Presiden RI pertama, Ir Soekarno yang ingin kota Semarang memiliki pusat keramaian baru, menggantikan yang sudah ada sebelumnya.

Menurut, sejarahwan, dan pemerhati Kota Semarang, Jongkie Tio mengatakan, sebelum dibangun menjadi berkembang seperti sekarang ini, lapangan Simpang Lima, dulunya merupakan daerah rawa-rawa yang ditumbuhi dengan sayuran bayam dan kangkung.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.