in

Nakes RSUD Alami Kecelakaan di Gunung Kidul, Hendi: ASN Harus Bisa Jadi Contoh yang Baik

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan persnya kepada awak media.

 

HALO SEMARANG – Kecelakaan bus rombongan wisata pegawai RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN) yang terjadi di objek wisata Goa Tanding, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (18/9/2021) lalu, ternyata bukan kegiatan dinas melainkan kegiatan pribadi dari rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang ini.

“Rombongan kemarin itu acara pribadi, jadi beberapa pegawai mengajak kelurganya. Bukan acara dari RSWN,” kata Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, Susi Herawati.

Susi menjelaskan, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah penumpang di dalam bus tersebut, namun dia menegaskan ada 17 pegawai RSWN yang turut dalam rombongan itu. Disinggung terkait izin, menurut Susi tidak ada izin ataupun sepengetahuannya karena memang bukan acara rumah sakit.

“Ndak ada izin dengan saya karena nggak ada hubungannya dengan rumah sakit. Kita tidak bisa melarang mereka rekreasi,” ucapnya.

Dia juga mengaku belum tahu pegawai yang mengalami kecelakaan itu dari bagian atau bidang mana. Yang jelas, lanjut Susi, karyawan yang tidak mengalami luka sudah berangkat bekerja. Susi sebenarnya telah mengimbau pegawai agar tak sembarangan berwisata mengingat saat ini masih ada PPKM.

“Sepertinya sudah masuk kerja, saya sudah minta agar tetap waspada dan kendalikan diri. Ini kan masih PPKM. Kita tidak bisa larang mereka rekreasi tapi kita semua harus waspada,” pintanya.

Saat dimintai tanggapan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang akrab disapa Hendi mengaku belum bisa memastikan kabar tersebut. Pihaknya akan segera komunikasi dengan Direktur RSUD mengenai kejadian tersebut.

Dia menekankan, sebagai pelayan masyarakat pada prinsipnya ASN harus memberikan contoh yang baik untuk mengurangi mobilitas serta menjauhi kerumunan di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan masa PPKM ini.

“Maka, hal-hal seperti itu seharunya bisa dilakukan kawan-kawan di lingkungan birokrasi Kota Semarang,” ujarnya.

Hendi memaparkan, sebenarnya masyarakat sudah boleh berwisata seiring dengan menurunnya level PPKM di Kota Semarang. Sektor wisata di Kota Lunpia saat ini pun telah dibuka. Namun demikian, dia menegaskan, ASN di lingkungan Pemkot Semarang menahan diri mengurangi mobilitas.

“Kalau boleh tidaknya (berwisata), untuk masyarakat boleh karena wisata sudah dibuka. Tapi kalau untuk lingkungan birokrasi Pemkot Semarang sebaiknya jadi contoh yang baik,” paparnya.

Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu detail kejadian tersebut. Jika ternyata para pegawai berwisata menggunakan waktu kerja, tidak menutup kemungkinan mereka akan dijatuhi sanksi.

“Sanksi akan kami berlakukan kalau mereka ternyata memakai jam kerja. Yang harusnya kerja, tidak masuk gara-gara piknik, pasti diberi sanski. Saya akan cek dulu kejadiannya kapan, yang berangkat siapa, seizin siapa,” pungkasnya.

Seperti diketahui, bus bernopol H-1446-BW yang mengangkut tenaga kesehatan RSUD Wongsonegoro sebanyak 27 orang, Sabtu (18/9/2011) mengalami kecelakaan hingga terguling di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Akibatnya kecelakaan bus wisata ini menyebabkan sedikitnya delapan orang mengalami luka ringan dan empat penumpang alami patah tulang.(HS)

Share This

Disdag Kota Semarang: Pengundian Pedagang Johar Direncanakan 23 dan 24 September 2021

Dinkes Jateng Pastikan Temuan Kasus Di Sekolah Di Blora Bukan Klaster PTM