Nakes di 22 Puskesmas di Jepara, Hari ini Mulai Vaksinasi Kedua

Foto : Jatengprov.go.id

 

HALO JEPARA – Seluruh Puskesmas di Kabupaten Jepara, Sabtu (30/1) memulai penyuntikan vaksin Covid-19 tahap kedua, kepada para tenaga kesehatan (Nakes) di fasilitas-fasilitas kesehatan tersebut. Adapun penyuntikan vaksin tahap pertama, sudah selesai dilakukan Jumat (29/1).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun, mengatakan sebanyak 22 puskesmas sudah menyelesaikan vaksinasi tahap pertama. Walaupun demikian ada beberapa mitra, seperti klinik, dokter praktik mandiri, dan bidan praktik mandiri yang masih menyelesaikan vaksinasi tahap pertama.

“Ini akan dilanjutkan hingga Sabtu (30/1/),” kata Mudrikatun, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Dia mengatakan jumlah nakes di wilayahnya tercatat 4.410 orang. Tetapi dari jumlah itu, yang terdaftar di e-tiket Kementerian Kesehatan RI hanya 3.958 orang. Karena itu terdapat sisa 452 vaksin atau 904 dosis.

“Sisa vaksin ini kami simpan di gudang farmasi, sampai ada e-tiket yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Jumlah itu masih akan ditambah, dari sisa vaksin yang tidak jadi diberikan kepada pemilik e-tiket Kemenkes. Mereka yang tidak jadi divaksin itu, karena masuk kategori eksklusi,” ujar Mundrikatun.

Ditambahkan, untuk nakes yang masuk kategori eksklusi, di Jepara berjumlah 521 orang. Sehingga vaksin yang tidak jadi digunakan untuk mereka ini, jumlahnya mencapai 1.042 dosis.

Nakes yang masuk kategori eksklusi dan tidak bisa divaksin, adalah yang tidak memenuhi syarat secara klinis untuk menerima vaksin.

“Ada nakes yang memiliki penyakit penyerta atau pernah terkonfirmasi positif Covid-19 (penyitas) dan sudah sembuh,” kata dia.

Selain itu ada 311 nakes yang masih harus ditunda pemberian vaksinnya, karena tidak lolos screening awal. Sebelum diberikan vaksin, para nakes memang diperiksa kondisi kesehatannya. Mereka yang mengalami hipertensi, sampai kadar gula darah tinggi, tidak diperkenankan divaksin lebih dulu. Mereka ini masih akan kembali dilakukan vaksinasi, setelah kondisinya memungkinkan.

“Secara keseluruhan, sejauh ini dari 3.958 (orang) nakes terdaftar e-tiket Kemenkes yang seharusnya kami vaksin, sebanyak 2.775 (orang) sudah berhasil divaksin, untuk suntikan pertama. Sedangkan 521 Nakes tidak jadi diberi vaksin karena masuk kategori eksklusi. Lalu 311 Nakes, pemberian vaksinnya masih ditunda,” kata dia.

Sementara sisanya, sebanyak 351 nakes yang sudah terdaftar e-tiket Kemenkes, sampai Kamis (28/1) tidak hadir untuk mendapatkan vaksin Covid 19. Mereka yang belum hadir, masih dilakukan konfirmasi. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.