in

Nafsiah Mboi Berharap Semua Nakes Bisa Divaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 kepada para lansia tenaga kesehatan di RSUP Fatmawati. (Foto : Kemkes.go.id)

 

HALO SEMARANG – Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan periode 2012-2014, berharap semua tenaga kesehatan, baik yang masih aktif maupun tidak, dapat memperoleh vaksin Covid-19.

Mereka adalah salah satu kelompok rentan, yang penting untuk diberikan vaksin, agar tetap bisa produktif serta terlindungi dari potensi penularan Covid-19 orang sekitar.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan pada era Presiden SBY itu, ketika menjadi salah satu tenaga kesehatan yang sudah masuk kelompok lansia, yang turut disuntik vaksin Covid-19, di RS Fatmawati.

Untuk diketahui, Nafsiah yang lahir pada 14 Juli 1940, kini sudah berusia lebih dari 80 tahun.

Dia juga menyatakan rasa syukur, menjadi salah satu orang yang mendapatkan vaksin Covid-19.  Dengan vaksinasi, maka membantu melindungi tubuh dari kemungkinan terjadinya dampak berat apabila terpapar/terinfeksi Covid-19.

Dokter Nafsiah menjelaskan bahwa meski telah divaksin, tidak menjamin seseorang terhindar dari penularan Covid-19. Oleh karenanya protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun harus terus dijalankan.

”Kunci penanganan Covid-19 ada di tangan kita, mari kita mengajak seluruh masyarakat supaya kunci ini yaitu selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan dan kalau bisa mengurangi mobilitas,” kata dia seperti dirilis Kemkes.go.id.

Sementara itu, Vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan berusia lebih dari 60 tahun, terus berjalan. Per 11 Februari 2021, sebanyak 80 tenaga kesehatan lansia telah menerima suntikkan vaksin Covid-19 di RSUP Fatmawati.

Dokter Loli Simanjuntak SpPD MARS, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, mengatakan bahwa secara teknis pelaksanakan vaksinasi bagi tenaga kesehatan lansia di RS Fatmawati tidak jauh berbeda dengan vaksinasi bagi nakes lainnya.

”Kalau perbedaan pasti ada. Yang pasti kita harus lebih cermat dan hati-hati. Kita juga menyiapkan dua dokter di ruang resusitasi, ambulans juga stand by. Kita lebih aware lah,” kata dia seperti dirilis Kemkes.go.id.

Dokter Loli mengungkapkan, sejauh pelaksanaan vaksinasi Covid-19, belum ditemukan adanya reaksi spesifik ataupun Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius dari penyuntikan vaksinasi, kalaupun ada reaksinya sangat ringan.

Prof dokter H Tjandra Yoga Aditama Sp P (K) MARS, Member COVAX Independent Allocation of Vaccines Group (IAVG), mengatakan bahwa tidak ada jalan lain untuk mengendalikan pandemi Covid-19, selain menerapkan 3M, 3T dan vaksinasi secara optimal.

”Ketiganya harus dilakukan beriringan secara maksimal, kita juga harus bersyukur karena Indonesia menjadi salah satu dari sekian negara yang telah melakukan vaksinasi sejak awal Januari,” kata Prof Tjandra.

Di seluruh dunia tenaga kesehatan diprioritaskan sebagai penerima vaksin tahap pertama termasuk lansia. WHO menganjurkan nakes lansia karena memiliki risiko ganda, yaitu profesi mereka yang rawan terpapar Covid-19. Oleh karenanya pemberian vaksin ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

Sebagai salah satu upaya untuk melindungi masyarakat luas, dirinya berharap semakin banyak yang bersedia untuk divaksin Covid-19.

Selain vaksinasi bagi tenaga kesehatan lansia, RS Fatmawati juga masih melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia 18-59 tahun. Per tanggal 10 Februari 2021, jumlah sasaran yang akan divaksin sebanyak 2.732 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.971 orang telah diberi vaksin sementara 661 orang ditunda atau dibatalkan karena kondisi kesehatannya.

”Mereka yang tidak dapat diberi vaksin karena ada penyakit penyertanya (Komorbid) seperti hipertensi, diabetes, kanker, autoimun dan lain-lain. Namun yang paling banyak hipertensi. Tapi selama mereka layak maka kami akan berikan (vaksinasi) ya,” terangnya.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (HS-08)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Sabtu (13/2/2021)

Permudah Pembayaran PBB, Bank Jateng-Pemkab Karanganyar Luncurkan Aplikasi SiPP PAKDE