in

Musprov HKTI, Bambang Raya Ditunjuk Sebagai Ketua HKTI Jateng

Bambang Raya Saputra terpilih menjadi Ketua HKTI Jateng periode 2023-2028.

HALO SEMARANG – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Kota Semarang, Sabtu (25/2/2023). Acara itu diselenggarakan dalam rangka pergantian Ketua HKTI Jateng.

Bambang Raya Saputra, meski maju sebagai calon tunggal, juga berdasarkan hasil persetujuan para anggota untuk menjadi Ketua HKTI Jateng. Pemilihan Bambang juga ditunjuk langsung oleh Ketua Umum HKTI yakni Jenderal Purn Moeldoko.

“Sudah ada mandat dari Ketum penunjukan ketua HKTI Jateng karena pengurus HKTI lama sudah habis masa jabatannya,” ujarnya saat ditemui.

Dirinya sendiri akan menjabat sebagai Ketua HKTI Jateng periode 2023-2028. Langkah awal yang akan ia lakukan sebagai ketua HKTI Jateng adalah mengurus standart organisasi.

“Saya minta ada AD/ART dan sebelum ini saya dahului dengan pra-Musprov untuk menyatukan pengurus di Jateng kita kumpulin artinya ketika sudah sama agar pelaksaan kegiatan kedepan lebih mulus. Intinya jangan sampai nanti kepengurusan ini pas semangatnya malah ada masalah,” katanya.

Dirinya meminta, dibawah kepemimpinannya, para anggota agar wajib mematuhi peraturan dan tata cara organisasi yang telah disepakati bersama. Hal itu bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Nanti juga ada aturan-aturan dan diikuti sesuai dengan tartib yang telah disahkan. Agar proses awal sampai akhir bisa terpenuhi dan disetujui untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Walaupun ini hal sederhana dan singkat tapi memenuhi aturan,” jelasnya.

Disisi lain, Bambang memastikan pihaknya akan menjadi garda terdepan demi kesejahteraan para petani. Ia pun mempersilahkan masyarakat manakala mempunyai tujuan yang sama untuk bergabung demi kesejahteraan petani.

“Kemudian program-program konsolidasi organisasi. Program seperti ada berapa cabang di Jateng yang belum ada nanti 35 (Kabupaten/Kota) ini bisa terbentuk semuanya. Kemudian masalah program kerja itu karena sebagimana tercantum dalam AD/ART tugasnya bagaimana ikut memajukan para perani,” paparnya

“Tentang pengurus tidak harus petani siapapun boleh menjadi pengurus HKTI tapi yang penting punya tujuan sama bagaiamana mensejahterakan petani,” lanjutnya.

Menurutnya, sampai saat ini masih banyak petani di Jawa Tengah yang terabaikan. Pihaknya pun dalam hal ini akan terus berjuang agar para petani bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan

“Karena para petani belum mampu memperjuangkan dirinya sendiri. HKTI kita berperan sebagai jembatan antara pemerintah dengan petani dan juga memperjuangkan nasib petani. Apalagi secara hati nurani belum berpihak kepada para perani, kebijakan juga belum mensejahterakan petani seperti mereka (pemerintah) mengimport beras saat petani panen raya,” bebernya.

“Oleh karena itu saya pingin di Jateng itu Bupati atau Wali Kota harus dilibatkan untuk membina. Agar nanti kegiatan di daerah itu ndak susah dan dapat fasilitas pemerintah, anggaran juga mudah sehingga kegiatan di daerah lebih lancar,” imbuhnya. (HS-06)

Selundupkan Sabu-sabu, 8 Warga Iran ini Ditangkap BNN dan Terancam Hukuman Mati

Harus Puas Dengan Satu Poin