Muslimat NU Bersiap Jadi Organisasi Mandiri

 

HALO SEMARANG – Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, Prof Dr Ismawati Hafidz meminta para anggotanya untuk mempersiapkan diri untuk mendukung kemandirian organisasi.

Hal itu sejalan dengan visi organisasi periode 2020-2025, yang mengedepankan peran, membentuk masyarakat yang religious, sejahtera dan mandiri.

Wes ora wayahe maneh Muslimat NU mencari sumbangan. Kita harus mandiri dan melaksanakan program kerja pemberdayaan ekonomi (masyarakat),” tegasnya, saat membuka konferensi cabang Muslimat NU Kabupaten Semarang di Tuntang, Minggu (3/1) seperti dirilis Semarangkab.go.id.

Di hadapan puluhan perwakilan anggota Muslimat NU yang hadir, Ismawati mengajak untuk kreatif dan inovatif memberdayakan ekonomi warga.

Namun demikian jangan sampai pula urusan peribadatan, seperti menjalankan salat dengan baik dan benar juga jangan sampai tertinggal. Ditambahkan, banyak potensi ekonomi produktif warga Muslimat NU Jawa Tengah yang bisa dikembangkan.

Dia mencontohkan komoditas garam yang dihasilkan warga Muslimat NU di sepanjang pantai utara Pulau Jawa dapat ditingkatkan mutu dan luasan pemasarannya.

Pola yang dikembangkan adalah menjual aneka komoditas dari dan untuk warga Muslimat NU. “Mari kita susun progam kerja organisasi yang bisa membawa manfaat bagi masyarakat termasuk warga Muslimat,” tegasnya.

Hadir pula pada acara itu Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Semaranga KH Ahmad Fauzan dan Bupati Semarang H Mundjirin.

Saat sambutan, Ahmad Fauzan menegaskan masyarakat membutuhkan kehadiran Muslimat NU. Menurutnya, peran yang telah dilakukan selama ini untuk membantu pembangunan akhlak umat harus terus dilanjutkan. Fauzan juga mengingatkan untuk menyelipkan program peningkatan mutu ibadah, terutama salat wajib di tengah program kerja kemaslahatan umat.

Sementara itu, dalam kesempatan itu Bupati Semarang H Mundjirin memuji Muslimat NU. “Kiprah Muslimat NU memberdayakan umat, terutama kaum perempuan di Kabupaten Semarang telah terbukti. Tak hanya di wilayah perkotaan, namun menjangkau sampai ke pelosok desa,” tandasnya.

Bupati juga mengharapkan anggota Muslimat NU menjadi pelopor penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat saat pandemic saat ini. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.