Musim Hujan, Penularan Wabah Corona Makin Mengkhawatirkan

Foto ilustrasi corona.

 

HALO SEMARANG – Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini, patut diwaspadai masyarakat. Pasalnya, imunitas manusia akan mengalami penurunan, sedangkan virus malah akan semakin kuat, termasuk virus Covid-19.

Disiplin protokol kesehatan (prokes) menjadi salah satu cara menghindari tertularnya virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini. Apalagi sebulan terakhir, angka terkonfirmasi positif Covid di Semarang kian tinggi jumlahnya mencapai 800 kasus lebih.

“Saat musim hujan ini virus akan menjadi lebih kuat, tentu patut diwaspadai, apalagi imunitas manusia mengalami penurunan. Tentunya penerapan dan disiplin protokol kesehatan menjadi cara utama terhindar dari Covid-19,“ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M Abdul Hakam, Rabu (30/12/2020).

Hakam, sapaan akrabnya menjelaskan, jika kapasitas ruang rawat dan isolasi di beberapa rumah sakit rujukan yang ada di Semarang hampir terisi penuh. Apalagi dari 1.000 kapasitas tempat tidur yang ada, 30 persennya diisi pasien dari luar Semarang.

“Porsi pasien dari luar kota ini mencapai 30 sampai 40 persen, yang juga dirawat di beberapa rumah sakit rujukan yang ada. Mau disediakan berapapun, termasuk ventilatornya akan terus penuh,“ ujarnya.

Mengantisipasi lonjakan kasus yang kian tinggi, Hakam menjelaskan jika Pemkot Semarang sedang menyiapkan tempat isolasi terpusat. Salah satunya adalah menggunakan balai diklat milik Provinsi Jateng, dan menyewa dua hotel di Semarang.

“SDM dan peralatan sudah siap, jika sudah siap tempatnya, kami akan langsung tempati,“ jelasnya.

Beberapa hari terakhir, Hakam mengaku telah melakukan komunikasi dengan manajemen hotel yang akan disewa sebagai tempat isolasi terpusat. Namun okupansi hotel yang mulai merangkak, membuat dirinya kesulitan menemukan hotel yang bakal disulap sebagai tempat isolasi.

“Okupansi sekarang mulai naik, banyak hotel yang menolak. Kita juga cari hotel yang sesuai kriteria, yakni memiliki kelembaban yang rendah. Ada tempat terbuka buat senam, dan lainnya,” paparnya.

Disinggung terkait klaster yang masih aktif melakukan penularan, Hakam menjelaskan jika klaster keluarga, perusahaan, dan pabrik masih menjadi klaster yang diwaspadai. Sebaran kasusnya pun kini merata di Kota Semarang.

“Yang hot akhir-akhir ini Tembalang dan Semarang Barat,“ pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.