Musim Hujan Datang, Ancaman Banjir Mulai Teror Warga Kota Semarang

Satu buah alat berat sedang mengeruk sedimentasi di sungai Banjir Kanal Barat.

 

HALO SEMARANG – Kekhawatiran akan ancaman banjir masih menjadi teror bagi warga Kota Semarang saat musim hujan datang. Apalagi beberapa proyek perbaikan drainase atau saluran air belum rampung. Seperti yang sedang dilakukan di kawasan Simpanglima Semarang dan Jalan Mataram. Padahal saat ini sudah memasuki musim hujan.

Salah satu warga dari Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Riyanti (32) menyayangkan langkah Pemerintah Kota Semarang yang belum merampungkan proyek-proyek pembangunan drainase pada bulan Desember ini.

“Kami hanya bisa berharap ke depan proyeknya dikerjakan lebih awal, supaya selesainya juga lebih cepat. Soalnya ini musim hujan sudah mulai, dan ancaman banjir sangat mengkhawatirkan bagi warga,” ujarnya saat ditemui, Minggu (15/12/2019).

Hal senada juga dikatakan Joko Riyanto, warga Pasadena, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan. Menurutnya, dari dulu hingga sekarang Kota Semarang belum benar-benar bisa mengatasi persoalan banjir. Terbukti, hampir setiap tahun, di beberapa titik masih ada wilayah yang dilanda banjir. Bahkan banjir tak hanya melanda wilayah Semarang bagian bawah saja. Dalam beberapa tahun terakhir banjir juga melanda di wilayah Tembalang, Ngaliyan, dan Gunungpati yang notabenya masuk di wilayah Semarang bagian atas.

“Penanganan masalah banjir harus diupayakan dari wilayah hulu hingga hilir. Dalam pembangunan jalan di beberapa wilayah, juga harus dibarengi dengan pembangunan drainase jalan yang memadai. Wilayah Semarang atas perlu diperbanyak embung dan tampungan air,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, perbaikan drainase dan normalisasi sungai bisa selesai sebelum tahun baru 2020. Seperti perbaikan drainase di kawasan Simpanglima yang merupakan pusat Kota Semarang.

“Kalau target penyelesaiannya akhir tahun ini,” jelas Rianung saat dihubungi awak media, Minggu (15/12/2019).

Perbaikan saluran air ini menjadi kunci untuk mengatasi persoalan banjir yang selalu terjadi di beberapa wilayah. Apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan.

Rianung menegaskan, pihaknya sudah melakukan perbaikan drainase di beberapa tempat. “Yang menjadi prioritas DPU adalah titik-titik yang tahun sebelumnya mengalami hambatan air.

Ini menjadi perhatian kami. Seperti di daerah Genuk, Kembangsari, Jalan Gajah, dan Simpanglima. Semua sudah kami sentuh,” imbuhnya.

Selain itu, titik lain seperti di Pasadena juga telah dibuatkan tampungan, supaya air bisa dikendalikan. Termasuk di Semarang bagian atas seperti Tembalang yang akan dibangun embung untuk menampung air.

Menurut Rianung, sejauh ini banjir serta genangan terjadi karena drainase tersumbat sampah dan kotoran.

“Kan banyak sampah-sampah, gerusan tanah juga. Jadi kalau hujan biasanya kami nyogoki. Memang sampah-sampah tidak bersahabat dan menjadi salah satu kendala dalam penanganan banjir di Kota Semarang,” ungkapnya.

Dia berharap agar masyarakat bisa turut serta mengatasi persoalan banjir dengan tak membuang sampah sembarangan.

“Di samping kami melakukan perbaikan dan pembersihan, kami harap warga juga membantu,” ujar Rianung.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.