in

Musim Hujan, Bupati Sragen Minta Semua Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Bupati Sragen Dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati meninjau kesiapan peralatan, dalam apel kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, di Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen. (Foto : Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Bupati Sragen Dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meminta warga masyarakat, unsur pemerintah, dan pemangku kepentingan, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Bencana, seperti banjir, pergerakan tanah, dan angin kencang dapat sewaktu-waktu terjadi pada musim hujan saat ini.

Peringatan kewaspadaan tersebut disampaikan Bupati Sragen, dalam apel kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi bencana hidrometeorologi. Apel digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, di Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen, belum lama.

Dengan mengutip data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta beberapa peringatan dini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bupati mengatakan cuaca ekstrem atau hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, disertai angin kencang dan petir, akan terjadi di seluruh Indonesia, pada November 2021 hingga Februari 2022.

Cuaca buruk tersebut, dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang. “Kita perlu melakukan berbagai persiapan, sebagai langkah antisipasi, jika bencana itu sewaktu-waktu terjadi di Sragen. Apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk respon pemerintah, dalam mengantisipasi kejadian bencana secara terpadu,” kata dia, seperti dirilis Sragenkab.go.id.

Seperti diketahui, salah satu ancaman bencana di Sragen adalah banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya. Sebanyak 65 desa di 11 kecamatan masuk daerah rawan banjir.

Dengan langkah persiapan yang matang, pemerintah dapat mengantisipasi penanganan secara cepat, sehingga dampak yang timbul dapat diminimalisasi.

Lebih lanjut, Bupati Yuni mengajak seluruh unsur yang terkait dalam kesiapsiagaan bencana, untuk selalu bergotong-royong, berupaya maksimal untuk meningkatkan partisipasi dan peran aktif dalam penanggulangan bencana.

Bupati juga mengajak seluruh komponen masyarakat, untuk ikut peduli pada kelestarian lingkungan, dengan prinsip kenali ancamannya dan kurangi resikonya.

“Saya mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan, agar kita semua mengerti dan memahami tanda-tanda alam. Apabila akan terjadi bencana sehingga kita semua selamat dari ancaman,” kata dia.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Agus Cahyono, mengatakan dalam kesiapsiagaan bencana ini pihaknya telah menyiapkan semua peralatan yang dimiliki. Penanganan kebencanaan seperti SAR air, SAR darat, SAR rescue telah disiapkan. (HS-08)

Share This

Insentif bagi Guru PAI non-PNS Cair, Catat Syaratnya

Satpol PP Kota Pekalongan Harus Tetap Tegas Tapi Humanis