Musala Haji Basuki Dibangun Di Desa Gempolsewu Kendal

Proses pembangunan Musala Haji Basuki di Dukuh Kumpulsari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal.

 

HALO KENDAL – Ketika bisnis sudah menghasilkan laba yang signifikan, maka para pengusaha pun mulai gencar dengan program sosialnya guna membantu masyarakat sekitar.

Ada yang mengadakan bakti sosial, membangun sekolah, membangun infrastruktur, hingga membangun masjid, musala atau tempat ibadah lain.

Adalah pengusaha asal Kota Semarang, Windu Suko Basuki, yang mendirikan musala di wilayah RT 03 RW 04, Dukuh Kumpulsari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal.

Menurut salah satu warga, Bambang HP (63), pembangunan musala di daerahnya tentu sangat berguna bagi masyarakat.

“Selain jadi tempat ibadah, masjid tentunya menjadi pusat kehidupan warga muslim setempat,” ungkapnya, Kamis (29/10/2020).

Oleh karena itu warga setempat menyambut baik keinginan dari Windu Suko Basuki untuk membangunkan musala di Kampung Kumpulsari.

Bambang mengaku, meski Windu Suko Basuki mencalonkan sebagai wakil bupati Kendal mendampingi Dico M Ganinduto, namun tidak berkenan jika pembangunan ini dikaitkan dengan pilkada.

“Pak Basuki sudah mewanti-wanti, beliau tidak mau kalau pembangunan musala ini dikaitkan dengan pencalonananya di pilkada. Menurut Pak Basuki, ini murni amal pribadi,” jelasnya.

Menurut panitia pembangunan, Feri Cahyo, musala dibangun di tanah desa dengan luas tanah 7 meter x 12 meter.

“Bangunan utama mushala ukurannya 6 meter x 12 meter, ditambah tempat wudlu, toilet dan ruang marbot dibuat juga di tanah desa di samping musala,” ungkapnya.

Terkait biaya, pembangunan musala, diperkirakan menelan biaya Rp 400 juta. Dia pun mengaku, untuk biaya keseluruhan dikeluarkan oleh Basuki.

“Semua biaya diback-up sama Pak Bas. Kami panitia hanya sekadar membelanjakan dan membuat laporan dari penggunaan anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan musala, Sodirin mengatakan, musala ini nantinya akan diberi nama, Musala Haji Basuki. Warga berharap pembangunan bisa cepat selesai dan dapat dipergunakan.

“Jika musalanya sudah bagus, layak dan agak luas, warga sekitar ingin ada pengajian. Insya-Allah nantinya anak-anak di sini memiliki kegiatan dan terhindar dari hal-hal negatif,” ungkap Sodirin.

Dikatakan, peletakan batu pertama pembangunan musala pada Jumat 16 Oktober yang lalu, oleh Windu Suko Basuki.

“Saat ini pengerjaan pembangunan sudah berlangsung 12 hari dengan hasil bangunan mencapai 25 persen,” imbuhnya.

Sodirin menambahkan, pengerjaan proyek pembangunan musala, dilakukan oleh 12 tenaga bangunan yang terdiri dari tukang bangunan dan pembantu tukang.

“Selain itu, beberapa tenaga dari warga sekitar yang sifatnya gotong royong juga turut membantu pekerjaan pembangunan musala,” paparnya.

Dikerahui, Windu Suko Basuki mendirikan tempat ibadah bagi masyarakat tidak kali ini saja. Dari informasi yang didapatkan dan dilanjut dengan penelusuran, diketahui bahwa dirinya juga pernah mendirikan tempat ibadah di beberapa tempat.

Sebuah masjid megah di daerah Demak, membangun sebuah musala di Semarang yang rencananya akan diresmikan awal bulan November nanti, dan mendirikan musala di daerah Boyolali.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.