Munculnya Klaster Baru Ponpes, Bupati Mirna: Ngapain Harus Nutup Pesantren

Bupati Kendal, Mirna Annisa.

 

HALO KENDAL – Mensikapi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Kendal yang mengkhawatirkan, apalagi dengan munculnya klaster Pondok Pesantren di beberapa wilayah, Bupati Kendal Mirna Annisa akhirnya memberi tanggapan, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, penyebaran Covid yang sudah massif dan penyebarannya sudah kemana-mana, bahkan orang tanpa gejala (OTG) pun sudah banyak.

Jadi saat ini lebih baik edukasi dan pengawasan juga pembatasan.

“Mending perbup-perbup yang sudah keluar ditegakkan. Sekarang penggunaan masker saja sudah simpang siur. Jadi kita kembalikan ke perbupnya saja,” kata Bupati.

Terkait munculnya klaster baru di Pondok Pesantren, menurut Mirna harus diperketat protokol kesehatannya. Dicontohkan seperti jarak wudlu dan jarak di kelas juga harus dijaga.

“Yang jelas perilaku sehat yang harus dilakukan oleh para santri, yakni lebih banyak berwudlu, kan lebih baik. Paling tidak, ini bisa mencegah. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, iya kan,” jelas Mirna.

Terkait adanya recana untuk menutup kegiatan sementara pesantren yang mengalami peningkatan jumlah yang terpapar, menurut Mirna kurang sependapat dan hal itu tidak perlu dilakukan.

“Nggak usah lah ada penutupan. Wong Pilkada aja terus jalan kok, masak kegiatan pesantren kita tutup. Namun saya ingatkan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker yang sesuai bukan asal kain ya,” tandasnya.

Dirinya juga berharap, dengan terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19, nantinya satgas tingkat RT di masing-masing wilayah juga harus melakukan penegakkan perbup.

“Jadi nanti seperti sosialisasi, pencegahan dan penanganan Covid-19 dilakukan oleh satgas tersebut. Agar mata rantai penyebarannya bisa diputus hingga seluruh pelosok,” pungkasnya.

Data klaster ponpes baru yang dirilis Dinkes Kendal yakni, Ponpes Roudhotul Usyaqil Quran, Desa Kertosari, Singorojo. Sedangkan sebelumnya, dua ponpes di Kendal menjadi klaster Covid-19, yakni Ponpes Modern Selamat, Patebon dan Ponpes Darul Arqom, Patean.

Sampai hari ini data yang ada di laman resmi Pemkab Kendal melalui Dinas Kesehatan, per data tanggal 4 Oktober 2020, total yang positif 1091, sembuh 707, dirawat 332 sedangkan yang meninggal 52.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.