Muncul Harapan, 4 SMPN di Rembang Layak Pembelajaran Tatap Muka

Sebuah SMPN di Kabupaten Rembang menggelar simulasi pembelajaran tatap muka, pada masa pandemi covid-19. (foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Sebuah harapan muncul di Kabupaten Rembang. Empat sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah itu dinilai layak untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Hal itu terungkap seusai Pemkab Rembang meninjau simulasi pembelajaran tatap muka di empat SMPN, kemarin. Keempat sekolah itu adalah SMP N 1 Kragan, SMP N 1 Sale, SMP N 1 Pamotan dan SMP N 1 Sumber.

Seperti dirilis rembangkab.go.id, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur,  mengatakan semua sekolah yang ditinjau, telah menerapkan protokol kesehatan. Setiap orang, termasuk pendidik dan siswa yang akan masuk ke kompleks sekolah, harus mengikuti pengukuran suhu tubuh. Mereka juga harus mencuci tangan dan menggunakan hand hanitizer. Tempat duduk siswa juga diatur dengan jarak satu meter dan jam belajar dibatasi.

Sekolah juga harus mendapatkan persetujuan orang tua dan wali siswa, bahwa anak-anak mereka pembelajaran tatap muka.

Imam meminta agar setiap proses belajar mengajar berakhir, selalu dilanjutkan dengan disinfeksi kelas. Hal itu karena meja dan kursi, juga digunakan bergantian oleh siswa lainnya. Penyemprotan disinfektan, dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 akibat proses belajar mengajar.

“Empat sekolah yang kami tinjau, sudah mematuhi protokol kesehatan. Wali murid juga sudah tanda tangan di atas materai, bahwa mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Kemudian anak-anaknya juga sudah dibekali dari rumah dengan pakai masker, jaga jarak antarmeja siswa juga sudah, penyediaan hand sanitizer juga ada dan tempat cuci tangan. Jadi untuk prokesnya sudah dipenuhi semua,” terangnya.

Kepala SMPN 1 Sale, Anwar Sanusi mengatakan sudah lima hari menggelar pembelajaran tatap muka. Siswa kelas kelas XII menjalani proses belajar mengajar pada Senin dan Selasa, dan Kelas XIII pada Rabu dan Kamis. Untuk kelas IX, proses belajar mengajar diselenggarakan Jumat dan Sabtu.

“Masing masing kelas, siswanya dibagi di dua ruangan, misalnya kelas XII A1 dan XII A2, XII B1 dan XII B2 begitu seterusnya. Jadi kalau misal kondisi normal ada 5 ruang kelas, jika pembelajaran tatap muka selama pandemi ini jadi 10 ruang kelas,” jelasnya.

Anwar menambahakan untuk jumlah siswa di setiap ruang kelas selama pandemi ini berkisar antara 14-15 siswa. Dengan jumlah normal disetiap kelasnya 28 – 30 siswa.

Sebelumnya, ketika memantau pembelajaraan tatap muka di SMPN 1 Kragan, Imam Maskur juga meminta pihak sekolah dan siswa untuk tidak saling pinjam barang. Tempat duduk siswa juga tidak boleh digunakan siswa lain. Semua itu untuk meminimalkan risiko penularan virus.

Kepala SMPN 1 Kragan, Dahlan Slamet mengatakan siswa yang mengikuti simulasi hanya kelas VII A dan Kelas VII B. Jumlah mereka 64 siswa dari total siswa kelas VII 284 siswa. Untuk sistem masuk, dibagi menjadi dua gelombang, yakni pukul 07.00 sampai 09.40 WIB dan pukul 10.30 sampai 13.10 WIB.

Dalam satu ruangan pihaknya menyiapkan maksimal 16 tempat duduk. Siswa juga dilarang naik kendaraan umum, saat berangkat dan pulang sekolah. Jika orang tua tidak dapat mengantar, maka sebaiknya tidak usah masuk sekolah. (HS-08)

 

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.