Muncul Cluster Baru Penyebaran Corona, jadi Alasan Kota Semarang Perpanjang Pemberlakuan PKM

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi diwawancai wartawan usai rapat Forkopimda di Kodim 0733/BS Kota Semarang, Kamis malam (21/5/2020).

 

HALO SEMARANG – Setelah melalui berbagai pertimbangan, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya memutuskan untuk memperpanjang pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang hingga 7 Juni 2020.

Keputusan tersebut diambil dalam sebuah rapat yang dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang, Kamis malam (21/5/2020).

Bertempat di markas Kodim 0733/BS Kota Semarang, dalam rapat Forkopimda yang dimulai sekitar pukul 20.00 tersebut dilakukan sejumlah evaluasi, terutama menyoroti adanya lonjakan aktivitas masyarakat selama dua hari kebelakang, jelang Hari Raya Idul Fitri.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan, pada dasarnya dia ingin menjalankan skema ‘New Normal’ di Kota Semarang. Namun hal tersebut diyakininya membutuhkan waktu.

“Perlahan-lahan kami akan membiasakan masyarakat untuk memasuki situasi New Normal, tapi saat ini kami masih belum berani melepas secara total. Maka dari itu dalam perpanjangan PKM selama 14 hari, untuk jam operasional unit informal, termasuk PKL, yang sebelumnya harus tutup pukul 8 malam, kami mundurkan jadi sampai pukul 9 malam, restoran juga,” tutur Hendi.

“Karena kami tahu, beberapa hari terakhir ini saja cukup banyak masyarakat beraktivitas di jalanan, mal, atau di pasar untuk menyiapkan Lebaran. Masyarakat seakan lupa kalau saat ini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19,” tandasnya.

Lebih lanjut Wali Kota Semarang tersebut menerangkan, adanya lonjakan aktivitas masyarakat itu menyebabkan tren penurunan grafik Covid-19 kemudian berbalik arah.

“Selama dua hari ini ada penambahan penderita Covid-19 terkonfirmasi yang cukup signifikan di Kota Semarang. Yaitu sebanyak 17 orang, dari 3 cluster baru, yaitu sebuah pasar, rumah sakit, dan salah satu lembaga pendidikan,” ungkap Hendi.

“Untuk di mal dan tempat-tempat usaha yang ada, kalau kita lakukan rapid atau swab kemudian ada yang reaktif atau positif, mal dan unit usaha tersebut akan kami tutup secara paksa untuk sterilisasi. Di pasar pun kalau hasil tesnya cukup banyak yang reaktif atau positif, juga akan kami tutup,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan pengetatan di jalur masuk ke Ibu Kota Jawa Tengah, dan meminta putar arah bagi pendatang yang masuk ke Kota Semarang dalam rangka mudik.

“Khususnya pada pos penyekatan di Kalikangkung, Mangkang, Banyumanik dan Pedurungan atau Plamongan, tetap kami lakukan sesuai dengan prosedur awal. Kecuali ada yang memiliki dokumen sesuai ketentuan Menhub,” katanya.

“Kalau untuk mudik, kami kembalikan untuk tidak masuk ke Kota Semarang. Namun sesuai dengan peraturan Menhub bahwa yang tidak diizinkan adalah dari daerah zona merah seperti Jakarta, Jabar, Jatim,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.