Mulai Senin, Mensos Risma Siap Berkantor di Jakarta

Tri Rismaharini (Foto : Kemensos.go.id)

 

HALO SEMARANG – Penunjukan Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, membuat mantan Wali Kota Surabaya ini tak memiliki persiapan cukup untuk pindah tugas ke Jakarta.

Karena itulah waktu akhir pekan dan libur Hari Raya Natal, menjadi kesempatan baginya untuk ‘bersih-bersih’ dan merapikan segala keperluan pendukung tugasnya di Jakarta, termasuk pakaian.

Dirinya mengaku belum mempersiapkan diri dengan cukup, untuk boyongan ke DKI Jakarta, untuk memulai tugas sebagai Menteri Sosial.

“Waktu dipanggil oleh Presiden Joko Widodo kemarin, saya belum ada persiapan. Karena itu saya balik ke Surabaya, untuk bersih-bersih dan bawa keperluan saat kerja di sana,” kata Risma, seperti dirilis kemesos.go.id.

Wanita kelahiran 20 November 1961 itu, Minggu (27/12) hari ini bertolak kembali ke Jakarta. Dipastikan mulai Senin (28/12) besok, sudah berkantor di Jakarta.

Ada cerita menarik ketika dia kembali dari Jakarta ke Surabaya, beberapa waktu lalu. Saat itu, istri dari Djoko Saptoadji ini, memilih perjalanan darat.

Menurut ibu dari Fuad Bernardi dan Tantri Gunarni ini, dengan perjalanan darat, dia bisa berhenti kapan pun, termasuk untuk menyambangi sejumlah desa.

“Sekalian mengecek daerah-daerah yang memerlukan bantuan,” kata Risma.

Risma dan lima menteri lainnya dilantik Presiden, di Istana Negara, Rabu (23/12), pagi. Siang harinya, ia melakukan seremoni serah terima jabatan dengan Mensos Ad Interim Muhadjir Effendy di kantor Kementerian Sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Risma mengingatkan, penanganan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) bukan pekerjaan mudah. Seperti yang dilakukan sebagai Wali Kota Surabaya dalam menangani berbagai jenis PPKS seperti gelandangan, pengemis, pengamen, ataupun prostitusi.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Mensos Risma mendapat pesan, agar dirinya menuntaskan penyaluran bantuan sosial baik di akhir tahun maupun awal tahun 2021, dan juga pemutakhiran DTKS.

“Realisasi anggaran awal tahun itu penting untuk mengerakkan roda perekonomian,” katanya. Untuk memperkuat perekonomian masyarakat, Mensos Risma akan memberikan perhatian kepada penguatan perekonomian.

Kepada PPKS, akan ditanamkan pemahaman, bila mau mendapat penghasilan harus bekerja, bukan meminta-minta. Dengan tantangan yang berat, Risma mengajak jajarannya untuk bergandeng tangan. Ia ingin membangun kebersamaan dan tidak ada sekat.

Sementara itu Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik mengatakan Tri Rismaharini secara otomatis diberhentikan dari jabatan Wali Kota Surabaya, ketika dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia.

Akmal juga mengatakan dalam aturan perundang-undangan, kepala daerah memang dilarang merangkap jabatan. Aturan tersebut sesuai Pasal 78 Ayat 2 huruf g UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.