Mulai Membesar, Partai Gelora Merambah Jateng

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Tengah Ahmadi melantik pimpinan daerah kabupaten/kota Se Jawa Tengah.

 

HALO SEMARANG – Partai Gelora Indonesia yang didirikan mantan Presiden PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah mulai merambah di Jawa Tengah. Partai gelora telah memiliki struktur di tingkat kabupaten kota di seluruh Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan dikukuhkannya Dewan Pimpinan Daerah se-Jawa Tengah pada Minggu 15 Desember 2019 di Ambarawa Kabupaten Semarang.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Tengah, Ahmadi melantik 100 pimpinan daerah kab/kota se Jawa Tengah yang 30 persen di antaranya perempuan. Dengan dilantiknya pimpinan tiap kabupaten dan kota ini menunjukan keseriusan Partai Gelora untuk tampil dalam kontestasi politik di pemilu tahun 2024.

Ahmadi mengatakan, Partai Gelora menyiapkan diri sebagai partai yang terbuka dengan visi kebangsaan menuju Indonesia 5 besar dunia. Rupanya visi ini banyak menjadi perhatian publik.

“Gelora Partai yang memiliki visi kebangsaan yang baru relatif belum menjadi wacana partai lain, yaitu menjadi negara 5 besar dunia, dan Alhamdulillah banyak yang tertarik dengan visi ini dan bergabung,” terangnya.

Ahmadi menambahkan, setelah dilantiknya pimpinan daerah tingkat kabupaten kota, Gelora Jawa Tengah langsung gerak cepat untuk membentuk struktur partai tingkat kecamatan, sehingga Partai Gelora benar-benar siap hingga struktur terbawah.

“Insyaallah Januari kami bisa penuhi untuk struktur di tingkat kecamatan, karena kami rekrutmen juga jalan terus, dan banyak yang menawarkan diri untuk bergabung. Sehingga jaringan partai semakin cepat berkembang, mohon doa saja, insyaallah Januari bisa selesai,” ungkapnya.

Partai Gelora adalah partai yang didirikan oleh mantan kader PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah, setelah partai berlambang bulan sabit kembar itu didera konflik Internal. Namun Partai Gelora diklaim membawa visi baru yang berbeda sama sekali dengan PKS yang lebih menampilkan partai yang terbuka, moderat dan tidak membawa politik identitas.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.