Muhammadiyah Akan Dirikan Pesantren Difabel Di Limbangan Kendal

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Kendal, saat memberikan sambutan saat berkunjung di SLB Surya Gemilang Limbangan, Sabtu (7/11/2020).

 

HALO KENDAL – Sekolah Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau Sekolah Luar Biasa (SLB) sudah cukup banyak, namun SLB yang berbasis pondok pesantren di Jawa Tengah, jumlahnya terbatas.

Untuk itulah, Muhammadiyah memandang perlu untuk memulai atau menginisiasi berdirinya pesantren difabel di Kendal dengan konsep Muhammadiyah Difabel Boarding School.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, Tafsir mengatakan, Pesantren Difabel bisa didirikan di SLB Surya Gemilang Limbangan, karena merupakan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan.

“Tentu bisa, dengan konsep Muhammadiyah Difabel Boarding School,” katanya saat berkunjung ke SLB tersebut, Senin (9/11/2020).

Turut hadir, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kendal, Sodik Purwanto, Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Jateng, Karnadi Hasan, Pengawas SLB Suyanto, ketua pembina SLB, Sudadi, dan jajaran PCM Limbangan.

Tafsir berharap, SLB berbasis pondok pesantren yang akan didirikan Muhammadiyah tersebut nantinya resmi dapat terdaftar, baik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kendal, sehingga akan mempunyai dua pijakan.

“Ajukan izin operasionalnya ke Diknas sebagai sekolah, dan Kemenag sebagai pesantren. Saya kira pesantren bagi anak kebutuhan khusus di bawah Kemenag belum ada. Pendirian pesantren difabel ini segera diproses,” harapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kendal, Yusuf Darmawan mengatakan, komplek Muhammadiyah Limbangan ini ada terdapat tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni SMP Muhammadiyah 8, Klinik Pratama Syifa’ Annisa’, dan SLB Surya Gemilang.
Yusuf pun berharap ketiga AUM harus sama-sama bisa berkembang.

“Tidak ada salah satu di antara tiga AUM tersebut ada yang dimatikan, karena AUM didirikam dengan susah payah, maka ketiganya harus jalan dan berkembang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SLB Surya Gemilang, Kuncoro menambahkan, sekolah yang dipimpinnya sebagai media dakwah Muhammadiyah yang paling efektif.

“Karena bersentuhan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan pendidikan anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Menurutnya, dalam perkembangan, sekolah di bawa kepemimpinanya itu memiliki 147 siswa dengan dengan pendidikan vokasi yang berbeda beda.

“Dan siswa-siswi kami latih ketrampilan, yaitu membatik, menjahit, sablon, tata boga, dan tata rias,” imbuh Kuncoro.

SLB Surya Gemilang banyak menerima bantuan dari pemerintah. Seperti menerima bantuan pelatihan kebencanaan khusus bagi anak-anak SLB, ruang perpustakaan, asrama putra, dan peralatan pendidikan untuk untuk menunjang program vokasi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.