Muhammad Faqih, Siswa Kelas 4 SD Penderita Tumor di Kendal, Peroleh Bantuan dari DP2PAP2KB Jateng

Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak dan KB (DPPP2PAKB) Kendal menyerahkan bantuan kepada Muhammad Faqih warga Desa Tambakrejo Kecamatan Patebon, Rabu (8/7/2020).

 

HALO KENDAL – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP2PAP2KB) Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan kepada 40 anak dari keluarga rentan miskin dan korban kekerasan di Kabupaten Kendal.

Paket bantuan kebutuhan spesifik anak dan perempuan tersebut disalurkan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak dan KB (DPPP2PAKB) Kendal, Rabu (8/7/2020).

Salah satu penerima bantuan adalah Muhammad Faqih, siswa kelas 4 SD yang tinggal bersama sama pamannya di Desa Tambakrejo Kecamatan Patebon.

Menurut Sekretaris Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kendal, Ahmad Rofik, ayah Faqih meninggal ketika Faqih berusia 4 tahun, sedangkan ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta sudah beberapa tahun belum ada kabarnya.

“Faqih saat ini menderita tumor di kepala. Sejak tahun 2018 sudah dilakukan perawatan di rumah sakit, namun belum bisa dilakukan operasi. Saat ini masih berobat jalan, dan menunggu penanganan lebih lanjut,” ungkap Ahmad Rofik, yang sering mendampingi Faqih di rumah sakit.

Faqih secara fisik memang tidak mengalami kekerasan verbal. Namun dia seakan tak diurus orang tuanya, sehingga dirawat oleh keluarganya.

Kondisi pandemi Covid-19 juga mempengaruhi anak-anak korban kekerasan dari keluarga miskin dan rentan miskin, sehingga perlu mendapatkan bantuan.

Dengan adanya bantuan tersebut setidaknya bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

Dirinya berharap kepada masyarakat agar tidak takut melaporkan jika ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Apalagi sekarang di tiap-tiap kecamatan sudah ada posko pengaduan bagi korban dan kejadian kekerasan.

“Dengan pelaporan tindak kekerasan kepada anak ini, bertujuan agar pelaku bisa dikenai hukuman yang setimpal dan akan membawa efek jera bagi pelaku dan orang lain yang hendak berbuat kekerasan,” imbuh Rofik.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPP2PAKB Kendal, Abdul Mufid mengatakan, jumlah kasus kekerasan anak di Kabupaten Kendal selama tahun 2020 ini sudah mencapai 23 kasus.

“Angka tersebut jauh lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Kasus kekerasan anak sudah mengalami penurunan, namun masih ada juga pihak keluarga sebagai saksi enggan untuk melaporkan ke pihak berwajib,” katanya.

Dikatakan, terhadap anak korban kekerasan, pihaknya melakukan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikisnya. Pemulihan psikis sangat penting untuk menghilangkan trauma supaya bisa menjalani hidup secara normal.

“Di sini ada psikolog yang mendampingi anak korban kekerasan supaya kondisi psikisnya bisa pulih kembali. Karena kondisi mental dan kejiwaan yang belum stabil membuat mereka rentan terguncang begitu menghadapi kondisi yang menekan,” pungkas Abdul Mufid.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.