Mudik Ke Kendal Siap-Siap Dikarantina Lima Hari

Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay, saat memberikan keterangan, Senin (22/2/2021).

 

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Dinas Kesehatan Kendal telah menyiapkan 1.000 Reagen Rapid Tes antigen yang akan digunakan untuk screening Covid-19 di pusat keramaian dan perbelanjaan, pada dua pekan terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, ini dilakukan guna mengetahui perkembangan kasus Covid-19 di pertengahan Ramadan 2021 di Kabupaten Kendal.

“Saat ini Dinkes Kendal telah memiliki 6.900 reagen dan akan ditambah lagi sebanyak 2.800 reagen. Sebanyak 1.000 reagen akan dioptimalkan untuk screening guna melihat perkembangan kasus setelah adanya kebijakan kelonggaran kegiatan sejak satu bulan terakhir,” terangnya.

Kebijakan yang dimaksud Ferinando, seperti kelonggaran buka bersama dengan prtokol kesehatan dan diperbolehkannya Salat Tarawih jamaah di masjid atau musala.

“Namun dalam pelaksanaannya harus dengan pembatasan kapasitas, dan kembalinya aktivitas masyarakat era new normal setelah dilakukan pembatasan ketat dalam berkegiatan,” jelasnya.

Ferinando mengungkapkan, mulai pertengahan Ramadan ini, tim penindakan tetap akan melaksanakan tindakan bagi mereka yang tak patuh prokes.

“Dinkes, akan menurunkan tenaga medis ke pusat keramaian dengan mengambil sampel rapid tes antigen bagi siapa saja, untuk mengetahui perkembangan Covid-19, apakah benar-benar sudah stabil atau masih banyak yang belum terdeteksi,” ungkapnya.

Ditambahkan, timnya akan bergerilya minimal di 10 titik berbeda yang dijadikan pusat keramaian warga.

“Masing-masing personel tim akan dibekali alokasi 100 reagen, untuk dilakukan tes rapid antigen kepada pengunjung, pedagang, ataupun karyawan swalayan,” imbuh Ferinando.

Terkait evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Kendal, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, untuk antisipasi masyarakat luar yang masuk ke Kendal. Bisa dalam rangka mudik atau lainnya.

Sementara, terkait pengaturan mudik Idul Fitri, Ferinando menjelaskan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pimpinan daerah, Sekretaris Daerah, Kapolres hingga Dandim.

“Stagas juga kemarin diimbau untuk melakukan pengetatan perbatasan untuk mencegah terjadinya arus mudik, warga India yang hendak masuk ke Kendal, dan juga upaya mencegah masuknya varian baru virus Corona,” tandasnya.

Sebagai penutup, dirinya juga menyampaikan rencana dibentuk surat edaran pengaktifan Satgas Covid-19 tingkat desa, agar kembali mengawal dan mengawasi siapa saja yang datang ke desa dari luar kota/kabupaten dan luar negeri.

“Salah satu isinya yakni warga yang datang dari luar Kendal harus melakukan isolasi mandiri selama lima hari yang dipantau oleh Pemerintah Desa atau satgas desa,” kata Ferinando.

Soal kebutuhan isolasi di tingkat desa merupakan kewajiban Pemdes. Kalau tidak bisa, isolasi ditarik ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC).

“Jadi baik Pemdes maupun Satgas desa, berkewajiban melaporkan data warga yang menjalani karantina, yang akan ditindaklanjuti dengan rapid tes antigen dua kali oleh petugas kesehatan, di masing-masing Puskesmas,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.