Mudik Dini Belum Terlihat Di Jawa Tengah

Ilustrasi Mudik/pch.vektor – freepik.com.

 

HALO SEMARANG – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan Pemprov Jateng telah menyiapkan beberapa hal untuk mengantisipasi mudik dini jelang Lebaran 1442 H.

Hal itu dilakukan guna menekan peningkatan penyebaran Covod-19.

Namun, menurutnya kondisi saat ini masih normal, dalam artian belum nampak pemudik yang berbondong-bondong dari luar daerah, khususnya Jakarta yang masuk ke Jawa Tengah.

“Kondisi masih normal, belum terlihat. Kita harapannya masyarakat mematuhi larangan mudik,” ungkap Henggar kepada halosemarang.id, Sabtu (17/4/2021).

Dikatakan Henggar, hal yang perlu diperhatikan pada pelarangan mudik tahun ini ialah, saat pemudik dalam perjalanan. Karena, lanjutnya, protokol kesehatan sulit diterapkan.

“Yang berbahaya itu kan waktu pemudik perjalanan, namun sulit untuk menerapkan protokol kesehatan di perjalanan,” tambahnya.

Henggar mengatakan, permasalahan-permasalahan tersebut sudah diantisipasi dengan beberapa skenario. Beberapa hal skenario tersebut yaitu, tindakan pra pelarangan, masa pelarangan, dan melakukan pemantauan kepada pemudik yang telah tiba di kampung halaman terlebih dulu.

“Permasalahannya sudah kita antisipasi, nanti kalau sudah masuk mendekati hari pelarangan pada tanggal 1-5 Mei mendatang, kita baru action,” kata Henggar menjelaskan.

Penanganan pemudik yang telah tiba di kampung halaman, terang Henggar, akan mengoptimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dengan melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Sesuai surat edaran dari Gugus Tugas, kita kan harus mengoptimalkan PPKM Mikro, seperti Jogo Tonggo saling mengawasi lah dengan lingkungannya,” terangnya.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat, jika terdapat pendatang baru ke kampung atau daerahnya, diharapkan untuk segera melaporkan. Hal ini tak lain sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

“Kalau ada pendatang baru segera dilaporkan, ditangani, apakah harus dikarantina atau dilakukan pengecekan surat-surat bebas Covid-19,” tutupnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.