in

Muda Berbakat, Rama Sulap Kardus Bekas Jadi Barang Berkelas

Maratama Arizka Putra (14), siswa kelas delapan SMP IT Lukman Al Hakim dan miniatur kendaraan hasil karyanya. (Foto : Tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Dalam usia yang masih muda, Maratama Arizka Putra (14), siswa kelas delapan SMP IT Lukman Al Hakim, Slawi ini telah mampu menghasilkan karya yang bernilai seni, sekaligus bermanfaat pada kelestarian lingkungan.

Melalui tangannya, kardus bekas yang kebanyakan hanya berakhir di tempat sampah atau gudang, diolahnya menjadi miniatur beragam kendaraan atau rumah.

Kemampuannya itu bermula dari kesukaannnya menggambar sketsa kendaraan. Bakatnya itu dia warisi dari sang kakek, dokter Bimo Bayu Adji, anggota dewan kehormatan PMI Kabupaten Tegal, dan aktivis Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Tegal.

“Dulu saya suka melihat eyang menggambar kendaraan, seperti mobil, kereta, bus hingga pesawat. Dari sanalah ide saya muncul untuk mengubah gambar dua dimensi menjadi miniatur yang bahannya saya dapat dari memanfaatkan barang bekas seperti kardus, triplek hingga botol,” kata Rama, seperti dirilis Tegalkab.go.id.

Puluhan karya miniatur kendaraan otomotif dari kardus sudah pernah ia buat, mulai dari mobil, angkutan kota, bajaj, truk, bus, hingga roadroller atau slender.

Ditanya soal durasi pembuatannya, Rama mengaku bisa menghabiskan waktu sekitar satu minggu untuk satu unit model miniatur otomotif. “Pembuatannya bisa memakan waktu seminggu karena saya buat detailnya juga, seperti kursi, dashboard, kemudi dan lainnya,” kata Rama.

Jumlah koleksi miniatur milik Rama, kini memang sudah jauh berkurang, karena sebagian besar dia berikan ke orang lain, termasuk karya-karya terbaiknya.

“Ya kebetulan ada teman, saudara, anak kecil dari tetangga main ke sini terus suka buatan saya ya tinggal dibawa, saya kasihkan saja,” ujarnya polos.

Ternyata tidak hanya itu, Rama yang tinggal di Perumahan Griya Pangkah Indah ini, juga piawai menggambar aneka karakter tokoh kartun Jepang, manga.

Sudah banyak tokoh kartun yang dibuatnya. Untuk melihat karya lengkapnya, Rama mengunggah setiap proses pembuatan tokoh kartun ini lewat kanal youtube-nya, yaitu Maratama Art.

Rama, putra pertama Cessnasari, wartawan senior ini punya cita-cita menjadi seorang animator. Oleh karenanya dia pun mulai menekuni pembuatan 3D modeling dengan mengikuti kelas animasi di Trasa Coworking Space.

“Pelatihannya gratis, setiap satu minggu sekali di hari Sabtu. Tempatnya juga enak, nyaman. Di sana kami belajar 3D modeling, teksturing dan animasi. Aplikasi yang dipelajari saat ini masih memakai aplikasi Blender. Cara belajarnya sangat menyenangkan, di samping dapat modul dan video tutorial,” jelasnya.

Tak lupa, Rama pun menitip pesan ke teman-teman sebayanya agar bisa memanfaatkan waktu luang dengan baik. Juga jangan ragu untuk menekuni sesuatu sepanjang itu menyenangkan dan positif bagi pengembangan diri.

“Di masa pandemi, saat kegiatan belajar tatap muka di sekolah dibatasi, kita jadi punya lebih banyak waktu di rumah. Selain membantu orang tua, dari rumah kita juga bisa mengasah apa yang jadi kegemaran, seperti menggambar, menulis, membuat hasta karya dan sebagainya,” kata dia. (HS-08)

Share This

Tegas, Hartopo Minta Masyarakat Sadar Terapkan Protokol Kesehatan

Halo Sukoharjo, perbaikan jalan rusak