in

Monitoring Keamanan Pangan, TJKPD Cilacap Temukan Kerupuk Diduga Mengandung Pewarna Tekstil

Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Cilacap bersama Loka POM Banyumas, melakukan pengawasan keamanan pangan di pasar tradisional di Cilacap. (Foto : Cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Kerupuk yang diduga mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, masih ditemukan dijual di Pasar Sidodadi, Kabupaten Cilacap. Dalam penawarannya, sales distributor kerupuk itu, selalu meyakinkan pedagang, bahwa produknya aman dikonsumsi.

Hal itu diungkapkan Kepala Pasar Sidodadi Cilacap, Tugiwan, berkaitan dengan penemuan bahan makanan yang diduga mengandung zat berbahaya, oleh Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) Kabupaten Cilacap bersama Loka POM Banyumas, ketika melakukan pengawasan keamanan pangan di pasar itu, Selasa (14/12). Selain Pasar Sidodadi, pengawasan juga dilakukan di Pasar Pelem Gading dan Rita Pasaraya Cilacap.

Menurut Tugiwan, para pedagang mengaku kerupuk tersebut berasal dari Jatilawang, Banyumas. Mereka mengatakan, sales yang mengantar kerupuk tersebut, selalu meyakinkan bahwa bahan makanan tersebut sudah dicek keamanannya.

“Ini korban pertamanya pedagang. Pedagang kan langsung bayar. Jadi gak mungkin langsung disita. Kasihan pedagangnya. Yang bertanggung jawab produsennya. Seharusnya dikasih pembinaan ini produsennya. Jadi jangan sampai pedagang kami dirugikan,” kata Tugiwan, seperti dirilis Cilacapkab.go.id.

Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Muda Loka POM Banyumas, Rahmat Hidayat, mengatakan pihaknya sudah mengambil beberapa sampel makanan serta pewarnanya, untuk diuji di laboratorium.

“Jika nanti ditemukan ada yang mengandung bahan berbahaya, maka kami akan sampaikan pada dinas terkait. Kami juga akan melakukan pembinaan pada pengusaha, untuk melakukan cara produksi pangan yang baik,” katanya.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Agus Priharso S Hut MP, pihaknya bersama pihak terkait akan menindaklanjuti temuan bahan pangan, yang diduga mengandung zat berbahaya.

Selain kerupuk, ada pula temuan-temuan seperti tahu, teri nasi, dan cumi kering yang terindikasi mengandung bahan berbahaya.

“Untuk teri nasi dan cumi kering, para pedagang beli di Pasar Ajibarang. Kami sudah telusuri. Namun karena ini bukan wilayah kami, jadi kami berkomunikasi dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Banyumas, untuk ditindaklanjuti,” kata dia.

Pihaknya juga membuat berita acara, mengenai beberapa produk seperti beras, dan bumbu-bumbu dapur, yang tidak bersertifikat  Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

“Berita acara tersebut akan kami serahkan pada manajemen Rita, untuk ditidaklanjuti, sehingga produk-produk yang belum ber-PSAT dibuatkan perizinannya,” kata dia.

Kegiatan monitoring tersebut, ditutup dengan pemusnahan beberapa produk yang sudah kadaluwarsa oleh TJKPD dan manajemen Rita Pasaraya. (HS-08)

Pelonggaran Kegiatan di Akhir Tahun 2021, Disambut Positif Pengelola Hotel di Kota Semarang

Pemkab Jepara Sosialisasikan Penyusunan Laporan Keuangan Daerah