Momentum Hari Jadi Spero ke-60, Ramah Berprestasi Menuju Sekolah Humanis Nasional

SMP N 2 Kendal yang ada di Jalan Soekarno Hatta Kota Kendal.

 

HALO KENDAL – Tasyakuran sederhana digelar SMP Negeri 2 Kendal atau yang lebih dikenal dengan sebutan SPERO, dalam rangka memperingati 60 tahun usia sekolah tersebut.

Tepatnya di tanggal 1 Agustus 2020, acara digelar di salah satu ruang kelas di SMPN 2, Jalan Soekarno Hatta Kota Kendal.

- Advertisement -

Kepala Sekolah SMPN 2 Kendal, Supardi SPd MPd yang memimpin langsung acara tasyakuran dalam sambutannya mengatakan, penutupan serentak lembaga pendidikan akibat pandemi corona menyebabkan gangguan dalam proses pembelajaran sekolah.

“Gangguan yang terjadi salah satunya format pengajaran reguler berubah menjadi menjadi belajar dari rumah secara daring dengan segala keterbatasannya,” kata Supardi, Sabtu (1/8/2020).

Menurutnya, proses mencetak generasi pintar menjadi terhambat, termasuk juga perputaran ekonomi yang menyertai pendidikan. Inilah dilema yang dihadapi pemerintah yang harus mengambil keputusan di antara dua pendulum ekstrem.

“Di satu sisi terlalu lama menutup lembaga pendidikan akan mengakibatkan terhentinya proses mencetak generasi pintar dan terhentinya roda ekonomi yang menyertainya. Di sisi lain, jika tergesa membuka kembali sekolah, akan timbul kemungkinan generasi anak-anak kita akan terpapar Covid-19 secara massif,” ungkap Supardi.

Ditambahkan, dalam situasi pandemi, kesenjangan ekonomi dan budaya ini pada akhirnya berakibat terhadap kesenjangan pendidikan.

Meskipun senang, orang tua juga menjadi lebih repot karena harus mengajarkan dan memandu penggunaan teknologi telekomunikasi pada anak.

“Dalam rangka upaya memberikan fasilitas kepada siswa yang terkendala metode daring (dalam jaringan-red), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, memperbolehkan sekolah menerapkan mekanisme pembelajaran luar jaringan dengan cara berkunjung ke rumah siswa atau home visit,” terang Supardi.

Namun dalam pelaksanaan, lanjutnya, ada beberapa catatan yang harus dipatuhi. Di antaranya, pembatasan jumlah siswa dan tenaga pengajar yang mendatangi rumah siswa, harus menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan hingga handsanitizer lengkap.

“Kami datangi siswa yang tidak memiliki android atau yang membutuhkan bimbingan tatap muka. Para pengajar yang mendatangi rumah siswa, kami wajibkan menggunakan APD lengkap. Meski demikian, tidak semua siswa dilayani, maksimal lima orang karena terkait protokol kesehatan,” jelas Supardi.

Dirinya berharap di hari jadi Spero ke-60 ini, para tenaga pendidik maupun siswa dan keluarga siswa SMP Negeri 2 Kendal tetap semangat dan bersabar, dengan mengikuti metode pembelajaran yang ada. Setidaknya hingga pandemi Covid-19 di Kendal berakhir.

“Kita tahu bersama tidak semua siswa punya fasilitasnya, tidak semua siswa cepat tanggap melalui metode pembelajaran daring. Kita dorong tenaga pendidik untuk tetap memberikan pelayanan yang sama pada siswa yang tidak bisa daring, tentunya dengan mematuhibprotokol kesehatan yang ada,” pungkas Supardi. (HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.