in

Moment HKN 2022, Chacha Frederica : Kesehatan Gigi Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kegiatan gosok gigi serentak yang mengangkat tema "Gerakan Gigi Kuat Indonesia Sehat" sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional 2022, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, belum lama ini.

HALO KENDAL – Merawat dan menjaga kesehatan gigi harus diperhatikan melalui hal-hal yang sederhana. Seperti sikat gigi sebelum dan setelah tidur, supaya nantinya anak – anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD (pendidikan anak usia dini) Kendal, Wynne Frederica, saat menjadi narasumber dalam acara gosok gigi serentak yang mengangkat tema “Gerakan Gigi Kuat Indonesia Sehat” sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional 2022, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, belum lama ini.

“Gigi itu menjadi pintu masuk bagi kuman-kuman yang akan masuk ke dalam tubuh kita, bisa masuk ke ginjal, paru-paru, bahkan ke otak, sehingga menjaga kebersihan dan Kesehatan pada gigi sangatlah penting,” jelas Chacha sapaan akrab istri Bupati Kendal, Dico M Ganinduto tersebut.

Diungkapkan, pada negara maju pasta gigi selalu di bawa kemana-mana, karena mereka sudah menyadari pentingnya menjaga gigi dengan baik.

“Di negara maju, saya melihat mereka sangat memperhatikan kesehatan giginya, dan itu terlihat saat mereka selalu membawa pasta gigi disetiap aktifitasnya,” ungkap Chacha.

Dirinya berharap nantinya dapat dilakukan juga kepada anak-anak di Kendal. Selain harus menggosok gigi sebelum tidur, dan pagi setelah makan, anak-anak bisa membawa pasta giginya di sekolahan.

“Sehingga, bisa dipakai setelah makan siang. Pastinya ini lebih menjaga gigi kita tetap sehat,” imbuh Chacha.

Sedangkan, Dokter gigi, Zita Aprilia, yang juga sebagai narasumber dalam kesempatan itu menjelaskan, anak-anak usia paud mayoritas bermasalah dengan gigi.

Menurutnya, hal itu disebabkan, anak-anak banyak menginsumsi makan manis lengket, seperti permen, coklat, es krim, dan jajanan lainnya.

“Selain itu, biasanya anak- anak kalau mau tidur tidak gosok gigi. Kemudian mengkonsumsi susu botol, atau ngedot, sehingga menyebabkan gigi berwarna kehitaman,” imbuh Zita.

Untuk itu, dirimya mengimbau kepada anak-anak dan orang tua, baik yang di rumah maupun guru yang ada disekolahnya masing-masing, supaya anak-anak bisa mengurangi konsumsi makan manis lengket.

“Ditambah menjaga rongga mulutnya dengan menggosok gigi minimal dua kali sehari. Yaitu sebelum tidur maupun pagi setelah makan,” ujar Zita.

Sementara Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berharap, kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan perubahan yang baik bagi anak-anak di Kabupaten Kendal, sehingga Kesehatannya tetap terjaga.

“Harapan saya kepada para dokter, terutama kepada dokter gigi, supaya terus mensosialisasikan lebih masif lagi kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya gosok gigi, sehingga masyarakat bisa lebih sehat dan SDM masyarakat bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan, kegiatan diikuti oleh 600 sekolahan di Kabupaten Kendal, mukai anak-anak PAUD hingga SD.

“Sekitar 100 anak dihadirkan untuk gosok gigi di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal dan ribuan anak lainnya melakukan gosok gigi di sekolahnya masing-masing. Hal itu terlihat, karena pada kegiatan ini semua mengikuti melalui Daring yang terpusatkan dibayar monitor yang ada di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal,” ungkapnya.

Wahyu menjelaskan, berdasarkan pengamatan para guru di sekolah masing-masing, sekitar 57 persen gigi pada anak berlubang.

“Sehingga dengan kegiatan ini kita masukan dalam pendidikan untuk edukasi terdap anak dan para orang tua agar menjaga kesehatan gigi dan mulut, sehingga Kesehatan gigi anak tetap terjaga dan sehat,” jelasnya. (HS-06).

Warga Jateng Kini Rasakan Manfaat Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Sheikh Zayed Grand Mosque Solo Diresmikan, Ganjar : Semoga Jadi Centre of Excellence