in

Modus Penyelundupan Lempar Narkotika Ke Dalam Lapas Semarang Terus Terulang, Kenapa Pelaku Tak Tertangkap

Barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan setelah digagalkan diselundupkan dengan modus melempar dari luar rutan.

 

HALO SEMARANG – Kasus upaya penyelundupan narkoba dengan melempar dari luar Lapas Semarang terus terulang. Dalam sebulan terakhir, kasus serupa terjadi beberapa kali.

Namun anehnya, pihak Lapas Semarang hanya merilis hasil temuan narkoba yang gagal diselundupkan, namun tersangka pelaku pelemparan tak tertangkap. Padahal di era kemajuan teknologi seperti ini, kasus tersebut sangat mudah diantisipasi. Misalnya dengan memasang CCTV atau pelacakan lain dengan basis teknologi.

Terbaru, Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas dengan modus melempar bungkusan dari tembok terluar belakang Lapas atau rutan (rumah tahanan), Selasa (5/10/2021).

Penggagalan itu berawal ketika Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Suparno dan Komandan Jaga, Eko Wasito sedang patroli rutin di area branggang belakang lapas yang merupakan sekat antara tembok terluar pada pukul 09.00 WIB.

Kemudian saat bertugas, mereka curiga melihat bungkusan plastik hitam yang dilapisi lakban di semak-semak. Selanjutnya Suparno menghubungi Kalapas untuk berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Ngaliyan dan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang.

“Diduga akan diselundupkan dengan modus melempar dari luar tembok namun upaya tersebut gagal tidak sampai ke dalam blok hunian,” ujarnya kepada halosemarang.id.

Sementara itu, Kalapas Semarang, Supriyanto menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, bungkusan itu berisi paket narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dilempar pada malam hari.

“Setelah dibuka bungkusan itu berisi sabu-sabu seberat 100 gram. Barang tersebut dilempar dari luar tembok belakang Lapas diduga pada malam hari,” terangnya.

Dia melanjutkan, saat ini barang tersebut sudah diserahkan kepada Polrestabes Semarang untuk segera dilakukan penyidikan agar pelaku pelemparan berhasil ditangkap.

“Sabu-sabu tersebut sudah kami serahkan kepada Polrestabes Semarang dan Polsek Ngaliyan untuk pengembangan kasusnya,” bebernya.

Dia mengakui upaya penyelundupan melalui lemparan tembok akhir-akhir ini kian marak. Padahal, pihaknya telah memasang tembok pagar tambahan yang sudah dimulai dari samping utara Lapas yang bersampingan langsung dengan jalan raya. Dan kedepan akan ditambah lagi tembok pagar tambahan di belakang lapas yang berbatasan dengan lahan kosong milik warga sekitar.

“Karena penyelundupan melalui pengiriman barang dan makanan lewat pintu lapas sangat ketat sehingga cara-cara lain terus dilakukan oleh pelaku untuk dapat memasukkan sabu ke lapas,” tuturnya.

“Barang tersebut tidak akan sampai blok hunian karena jarak yang terlalu jauh dan akan segera diamankan oleh petugas Lapas apabila ditemukan,” jelasnya.

Dia menegaskan, penggagalan ini merupakan sinergitas antara Lapas semarang dengan pihak kepolisian untuk terus berkomitmen memberantas kejahatan narkoba.

Ke depan Lapas Semarang selain lebih instensif melaksanakan Razia rutin juga akan menambah personil untuk jaga di pos atas tembok belakang lapas untuk menghindari hal serupa terjadi.

Senada, Kasubnit I Unit 3 Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, Handri Kristanto menerangkan bahwa pihaknya akan menurunkan personel untuk dapat membantu pengawasan di Lapas.

“Kami akan kerahkan personel untuk membantu petugas Lapas patroli mengelilingi area pagar tembok Lapas khususnya di malam hari,” imbuhnya.(HS)

Share This

Enceng Gondok Yang Menutupi Sungai Kalibuntu Kendal Dibersihkan

Sempat Terhenti Akibat Pandemi, Wisata Edukasi Kebun Buah di Kaki Gunung Ungaran Kembali Dibuka