in

Modus Bisa Jadikan Berprestasi, Dukun Pijat di Salatiga Cabuli Gadis di Bawah Umur

Rilis kasus pencabulan yang dilakukan oleh pria yang mengaku sebagai dukun pijat di Mapolres Salatiga Senin (11/7/2022).

HALO SEMARANG – Aksi bejat dilakukan oleh seorang pria yang mengaku sebagai dukun pijat sangkal putung di Kota Salatiga. Laki-laki berinisial TA, warga Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga ini tega mencabuli anak gadis yang masih di bawah umur.

Kapolres Salatiga, AKBP Indra Mardiana mengatakan, modus yang dilakukan pelaku untuk memantapkan dalam melakukan aksi mesumnya ini adalah dengan cara meyakinkan bahwa dirinya bisa membuat korban berprestasi.

Ia menjelaskan, kasus ini berawal saat korban bersama orang tuanya mendatangi pelaku yang membuka praktik pijat sangkal putung. Mereka meminta bantuan untuk dilakukan pengobatan sebanyak tiga kali.

Namun pada saat kedatangan ketiga, pelaku menyebut bisa membantu menaikkan prestasi yakni dengan memijat seluruh badan dengan minyak hingga ke area intim korban.

“Saat korban datang, lalu diurut atau dipijat. Namun orangtua tidak boleh mendampingi sehingga dia melakukan perbuatan cabul di ruang pijat rumah tersangka,” ujarnya saat rilis kasus di Mapolres Salatiga Senin (11/7/2022).

Sampai di rumah korban pun bercerita kepada ibunya tentang peristiwa yang dialami. Karena tak terima perlakuan pelaku, ibu korban pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ia menambahkan, aksi kejahatan ini terjadi pada bulan Mei tahun 2022 dan dilaporkan ke kepolisian pada Juni 2022. Mendapat laporan itu, Satreskrim Polres Salatiga melakukan penyelidikan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti.

“Penyidik saat ini masih melakukan pendalaman, karena dengan modus seperti ini (prestasi) bisa jadi korbannya lebih banyak,” terangnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Salatiga untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam Pasal 76 D Jo 81 ayat 2 dan atau Pasal 76 E jo pasal 82 UU Rai No 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

“Hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak 5 miliar rupiah,” imbuhnya.

Sementara itu, di hadapan polisi dan awak media pelaku mengaku sudah membuka praktik pijat tersebut selama belasan tahun. Ia menyebut, alasan ia melakukan pencabulan tersebut dikarenakan agar minyak yang dioles3 merata ke seluruh badan.

“Praktik sangkal putung dan pengobatan alternatif sudah 13 tahun. Itu sebenarnya saya cuma mengurut tapi sampai kemaluannya. Saya urut semua badan karena sudah kena minyaknya,” bebernya. (HS-06)

Pj Bupati Banjarnegara Lepas Kontingen ke Popda Jateng 2022

107 Anak Mengikuti Khitan Massal yang Digelar Masjid Agung Kendal