in

Modifikasi Pakaian Lama dengan Teknik Sashiko untuk Lebaran

Merajut dengan Teknik Sashiko. (Sumber : Youtube Xiaoxiaoyarn)

 

HALO SEMARANG – Bagi orang Indonesia, membeli pakaian menjelang Lebaran, seakan-akan sudah menjadi tradisi.

Karena itulah setiap menjelang Lebaran, tempat-tempat penjualan pakaian selalu dipenuhi oleh pengunjung. Lalu bagaimana dengan pakaian lama yang masih dalam kondisi bagus ?.

Pakaian-pakaian lama itu, sebenarnya masih bisa diperbarui dengan beragam cara, salah satunya dengan teknik menjahit atau menyulam dari Jepang, yang disebut Sashiko.

Menurut informasi yang dirilis kemenparekraf.go.id, dalam bahasa Jepang, kata “Sashiko” dapat diartikan sebagai “tusukan kecil” untuk menjahit kain.

Teknik ini sudah ada sejak abad ke-18, di mana masyarakat Jepang menggunakan teknik ini untuk menambal baju dan celana, agar lebih kuat dan indah.

Ada beberapa motif Sashiko yang umum digunakan di Jepang, yakni Moyosazhi dan Hitomesazi.

Teknik Sashiko Moyosazhi adalah jahitan jelujur (teknik menjahit dengan sedikit jarak), yang menghasilkan bentuk geometris. Adapun Sashiko Hitomesazi adalah motif yang lebih bebas.

Beberapa tahun belakangan, teknik Sashiko diminati banyak orang, karena dapat menampilkan hasil jahitan yang menawan, estetik, dan kesan vintage yang digemari anak muda.

Karena itu, teknik Sashiko ini dapat diterapkan, untuk memodifikasi pakaian lama, agar terlihat baru dan trendi saat Lebaran.

Teknik Sashiko dapat diterapkan pada pakaian berbahan katun, denim, atau bahkan kain Nusantara.

Sama seperti menyulam pada umumnya, dalam teknik ini penyulaman dapat dilakukan menggunakan benang dengan warna-warna yang kontras, dengan kain yang akan dirajut.

Pemilihan warna kontras ini, adalah agar keindahan hasil penyulaman, dapat terlihat secara jelas.

Umumnya teknik Sashiko menggunakan bentuk-bentuk geometris, seperti kotak, lingkaran, segitiga, hingga belah ketupat.

Selain dilakukan langsung pada pakaian, penyulaman dengan teknik Sashiko ini juga bisa dilakukan pada kain lain yang akan digunakan untuk menambal.

Kain yang digunakan pun, dapat merupakan kombinasi, misalnya denim dengan perca batik atau kain nusantara lainnya.

Kain perca yang digunakan pun, sebisa mungkin disesuaikan warnanya dengan denim yang akan ditambal, agar terlihat lebih kontras.

Misalnya, biru pada kemeja denim, dapat dipadukan dengan kain perca merah atau kuning. Untuk bentuk kain tambalan, juga bisa dikreasikan sesuai kreativitas.

Teknik Sashiko ini tak hanya dapat diterapkan pada kain, melainkan juga pada sepatu dan tas.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menerapkan teknik Sashiko pada tas dan sepatu.

Karena umumnya punya bahan dasar yang lebih tebal, maka benang yang dipilih pun harus yang lebih kuat, seperti benang yang biasa digunakan untuk merajut. (HS-08)

Terjaring Razia Balap Liar, Puluhan Remaja Lari Kocar Kacir, Kabur ke Sawah hingga Tinggalkan Motor

Percepat Penciptaan Lapangan Kerja, Jokowi Tandatangani PP tentang KEK Kura Kura Bali