Modern Rice Milling Bulog Diharapkan Mampu Serap Hasil Panen Petani Kendal

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat meninjau pembangunan proyek Modern Rice Milling Bulog yang berada di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Senin (29/02/2021).

 

HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berkunjung ke pembangunan proyek Modern Rice Milling Bulog yang berada di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Senin (29/02/2021).

Dico M Ganinduto, berharap bangunan gudang Bulog ini bisa selesai tepat waktu, dan nantinya akan membantu petani di Kabupaten Kendal saat hendak menjual hasil panen.

“Dengan adanya ini, kami berharap harga jual gabah menjadi lebih stabil dan tidak mengalami penurunan yang cukup tajam. Karena pembangunan Modern Rice Mill bisa melakukan penggilingan mandiri oleh Bulog,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait serapan harga gabah yang ada di Kabupaten Kendal, untuk saat ini menurut Dico M Ganinduto masih berada dalam kategori normal.

Harapan besar Bupati Kendal, nantinya Bulog dapat melakukan penyerapan seluruh hasil panen petani yang ada di Kendal, dengan harga yang lebih baik dari tengkulak.

“Tentunya dengan adanya proses ini yang bisa menampung 6.000 ton gabah, nantinya juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Dico.

Selain itu, dengan adanya Modern Rice Milling, diharapkan bisa mengendalikan stabilitas harga hasil panen. Harga gabah sekarang sekitar Rp 4.300, menurut Dico termasuk masih normal.

“Harapannya harga gabah ini tetap stabil sampai Ramadan. Untuk target pembangunan pertengahan tahun 2021, bulan September sudah bisa beroperasi,” ujar Dico.

Sementara Pemimpin Cabang Bulog, Titov Agus Sabelia menjelaskan, pembangunan dilaksanakan mulai September 2020 lalu.

Insya-Allah beroperasi September 2021. Cakupan Bulog menyerap hampir 1.400 ton dari awal Maret kemarin. Insa-Allah isu-isu impor tak mempengaruhi serapan hasil pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Tjipto Wahjono menjelaskan, dengan adanya Modern Rice Milling, diharapkan persoalan petani dapat diatasi.

“Biasanya pada musim hujan pasti yang menjadi kendala adalah proses pengeringan. Di sini sekarang semua alat sudah tersedia sehingga meski saat panen dan kondisi basah masih bisa diselamatkan dan kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

Kabupaten Kendal menurut Tjipto Wahjono memiliki kawasan pertanian yang terbilang luas, mencapai 22 ribu hektare.

Sementara itu, Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto merasa bersyukur dengan dibangunnya Modern Rice Milling Bulog di desanya. Dirinya berharap, keberadaan Rice Milling Bulog bisa membuka lapangan kerja bagi warganya.

“Kami juga berharap semoga nantinya ada sinergi antara Bulog dengan Pemerintah Desa Pucangrejo. Sehingga Bulog bisa membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.