in

Modal Janjikan Nilai Bagus, Guru SD Di Cilacap Cabuli 15 Siswinya

Gelar perkara MAYH (52) kasus pencabulan terhadap 15 siswinya yang masih di bawah umur di Polres Cilacap.

HALO CILACAP – Polres Cilacap menangkap seorang Guru Agama berinisial MAYH (51) karena kejahatannya mencabuli 15 siswinya yang masih berusia di bawah umur atau sedang duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Kasat Reskrim Polres Cilacap, AKP Rifeld Constantien Baba mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari salah satu orang tua korban. Wali siswi kelas 4 SD itu sebelumnya sudah mendapatkan informasi bahwa anaknya menjadi korban pencabulan oleh tersangka.

“Kasus ini muncul pada November, kami mendapat informasi bahwa ada salah satu siswa SD yang menderita problem psikis dan yang kita kategorikan pencabulan. Setelah kita lalukan pengembangankan, korbannya mencapai 15 orang,” ujar Rifeld dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (10/12/2021).

Dia menjelaskan, tersangka yang merupakan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata telah mengajar di sekolah itu selama 14 tahun. Rifeld menyebut, aksi jahat pelaku sudah berlangsung sejak September 2021.

“Tersangka itu guru PNS sudah mengajar bertahun-tahun di sana. (Pencabulan) ini sudah berlangsung sejak September 2021. Sejak sekolah tatap muka,” jelas dia.

Ia menerangkan, dalam melakukan aksinya, tersangka selalu mengiming-imingi para korbannya dengan nilai agama yang bagus. Diketahui para korban rata-rata berusia 8 hingga 10 tahun.

“Tersangka setiap jam istirahat, tetap di dalam kelas, dan dapat mencabuli korban dengan mudah. Saya tidak mau menjelaskan karena itu terlalu vulgar, tapi itu saya kategorikan pencabulan. Rata-rata korban kelas 4 dan kelas 5. Satu korban bisa kena 5 kali,” paparnya.

Dalam perkara ini, beberapa barang bukti berhasil diamankan polisi untuk proses lebih lanjut, di antaranya seragam guru dan seragam sekolah yang digunakan para korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dapat dijerat dengan Pasal 82 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak terancam hukuman 15 tahun penjara.

Dia mengatakan bahwa kini belasan siswi sekolah dasar (SD) Negeri yang terletak di Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah itu mengalami trauma usai dicabuli oleh gurunya sendiri.
“Korban mengalami trauma, menderita (secara psikis),” imbuhnya.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (10/12/2021)

Peringati Hakordia, DJP Jateng I Gelar Kampanye Simpatik Funbike dengan Bagikan Medical Kit ke Pengendara