in

MKPI UIN Walisongo Ubah Mindset Menulis Susah

Workshop penulisan jurnal bertajuk “Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi” digelar MKPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

 

HALO SEMARANG – Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (MKPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan workshop penulisan jurnal bertajuk “Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi” di Mahima Hotel Semarang, Kamis (2/8/2021).

Ketua Jurusan Program Studi (Prodi) MKPI, Dr Yuyun Affandi, Lc MA mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas menulis jurnal ilmiah di kalangan akademisi, khususnya untuk MKPI.

“Termasuk untuk meningkatkan kualitas menulis di kalangan akademisi, khususnya para mahasiswa,” tutur Yuyun di hadapan 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen S1 dan dosen S2.

Terdapat tujuan lainnya, lanjut Yuyun, yaitu memunculkan motivasi dan menggelorakan menulis bagi mahasiswa serta mengubah pola pikir mahasiswa yang menganggap menulis itu susah.

“Saya berharap dapat memunculkan motivasi menulis bagi mahasiswa dan merubah anggapan sulit dalam menulis,” ucapnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang, Dr Ilyas Supena, MAg menyampaikan, mulanya di kampusnya tidak ada kewajiban dalam publikasi jurnal ilmiah. Namun setalah melakukan studi banding di perguruan tinggi lain, pihaknya sepakat untuk mewajibkan publikasi jurnal ilmiah.

“Setelah melakukan studi banding dan melakukan beberapa pertimbangan kami sepakat mewajibkan publikasi jurnal,” ucap Ilyas.

Sebagai nara sumber, Ali Mashuri, MSc, P.hD menjelaskan urgensi publikasi jurnal ilmiah. Menurutnya, publikasi jurnal ilmiah merupakan identitas dalam dunia akademik. Hal itu didasarkan pada Surat Edaran Ristekdikti Nomor: B/328/B.B1/SE/2019 mengenai publikasi sebagai syarat kelulusan.

“Sebagai seorang akademisi kita harus tahu pentingnya publikasi jurnal ilmiah. Karena publikasi jurnal ilmiah adalah suatu identitas dalam dunia akademik,” papar Ali.(HS)

Share This

Ada Kades Terima Bansos, Mensos : Pemutakhiran Data Wewenang Pemda

Masuk Level 2, Trans Semarang Tetap Lakukan Pembatasan 50 Persen Penumpang