Miris, Baru Dibangun 2015, Atap SD Palebon 01 Semarang Roboh

Salah satu petugas kepolisian yang mengamankan ruang kelas di SD Negeri Palebon 01, Semarang menunjukkan atap yang roboh.

 

 

HALO SEMARANG – Atap empat ruang kelas di SD Negeri Palebon 01, Semarang roboh. Insiden tersebut terjadi, Selasa (7/1/2019) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Beruntung saat kejadian ruangan tersebut kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini ruang kelas yang atapnya roboh sudah diamankan pihak kepolisian setempat dengan diberi police line. Padahal bangunan sekolah tersebut baru dibangun pada tahun 2015 lalu.

- Advertisement -

Kepala Sekolah SD Palebon 01, Rudy Haryanto mengaku baru mendapat kabar pukul 05.30 oleh penjaga sekolah.

Dia menerangkan, atap yang roboh yaitu di kelas 5A, 5B, 6A, dan 6B yang biasanya digunakan untuk belajar sekitar 160 siswa. Seluruh atap di 4 kelas yang berada di lantai 2 roboh.

Pihaknya menduga robohnya atap kelas itu akibat baja ringan yang tidak kuat menahan genteng beserta hujan yang deras beberapa hari terakhir.

“Kami akan memindahkan proses belajar mengajar siswa ke ruang yang lebih aman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang meninjau lokasi tersebut menerangkan, rangka baja ringan saling terkait dan ketika ada satu melengkung maka yang lain terdampak. Dia menerangkan, bangunan kelas itu dibangun dan selesai akhir tahun 2015, atau baru selesai dibangun empat tahun lalu.

“Ini musibah, akan kita perbaiki segera,” katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Apalagi sekolah tersebut tergolong memiliki bangunan yang bagus dan menjadi sekolah percontohan ramah anak.

Dia juga meminta agar area yang roboh itu dijaga, sebab di dalamnya masih ada peralatan alat tulis kantor dan buku-buku. Selain itu pihak sekolah harus memberikan motivasi dan menjaga mental para pelajar jangan sampai takut, sebab pada April 2020 nanti mereka akan menjalani ujian nasional.

“Kami akan lakukan evaluasi jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Selain itu area itu harus disterilkan jangan ada kegiatan untuk meminimalisir jatihnya korban,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.