Miliki Washing Plant, Garam Brebes Diharapkan Sekualitas Garam Impor

Peresmian dan serah terima Washing Plant, Desa Pesantunan, Brebes (Foto: Brebeskab.go.id)

 

HALO BREBES – Dengan adanya Washing Plant di Brebes, kualitas garam produksi daerah ini diharapkan dapat meningkat, sehingga dapat bersaing dengan garam impor.

Harapan tersebut disampaikan Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretaris Kabinet, Agustina Murbaningsih di sela-sela peresmian dan serah terima Washing Plant Desa Pesantunan, Brebes, belum lama, seperti dirilis Brebeskab.go.id.

Menurut dia, kualitas produksi garam dari Brebes memang sebelumnya tidak bisa bersaing dengan garam impor. Hal ini menyebabkan impor garam merebak dan harga garam lokal merosot.

Karena itu perlu upaya peningkatan kualitas garam lokal. Kementerian Kelautan dan Perikanan, membuat terobosan melalui Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar), agar produk yang dihasilkan garam lokal kualitasnya menjadi lebih bagus dan mampu bersaing dengan produk luar.

Di Brebes, peningkatan kualitas garam, diwujudkan dengan membangun unit pengolahan garam atau Washing Plant di Desa Pesantunan, Wanasari, Kabupaten Brebes.

Agustina berharap, ke depan Kabupaten Brebes dapat menjadi salah satu daerah penghasil garam terbaik, yang mampu memenuhi kebutuhan garam industri. Dengan demikian impor garam tidak perlu dilakukan lagi.

“Mudah-mudahan tersedianya WashingPlant mampu meningkatkan kualitas garam lokal dan menekan laju impor garam lagi,” ujar Agustina.

Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, TB Haeru menyampaikan, dengan bantuan Washing Plant atau Unit Pengolahan Garam, kualitas garam yang dihasilkan akan lebih baik dan mampu bersaing dengan kualitas garam luar.

“Dengan kualitas yang baik, otomatis harga makin tinggi maka dan kesejahteraan petani garam juga akan semakin meningkat,” ujar Haeru.

Haeru menambahkan bantuan yang diberikan hanyalah stimulan atau rangsangan untuk peningkatan kualitas garam. Nantinya, akan muncul pemikiran sinergi untuk mewujudkan peningkatan kualitas dan produktivitas garam lokal. Sinergi harus dibangun antara petani garam melalui Koperasi dan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Bantuan diserahkan Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut TB Haeru kepada Koperasi Mekar Sari Sejahtera.  Dan disaksikan Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretaris Kabinet Agustina Murbaningsih, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH serta tamu undangan lainya.

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH mewakili Pemerintah Kabupaten Brebes, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Narjo yakin, Garam Brebes yang didukung program Pugar mampu menjawab persoalan garam nasional, menuju swasembada garam nasional.

Narjo menjelaskan, Kabupaten Brebes memiliki potensi lahan tambak garam seluas 1.176  hektare. Didukung, petambak garam sejumlah 658 orang dan 5 Koperasi Garam.

Pada 2019 lalu produksi garam sebesar 49.574,45 ton dengan produktivitas 81,8 ton / hektare. Namun, 2020 turun menjadi 24,10 ton akibat kemarau basah, harga rendah dan serapan industri juga rendah.

Peresmian diisi juga dialog dengan para petani garam dan penanaman Mangrove secara simbolis di area Mangrove Sari Pandansari Brebes. Tampak ikut menanam bibit Mangrove Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut TB Haeru, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretaris Kabinet Agustina Murbaningsih, dan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.