Mi Basah Bangun Putra, Tetap Eksis di Masa Pandemi

Para pekerja Mie Bangun Putra, di Kecamatan Patebon, Kendal mengolah bahan menjadi mi basah siap jual, Selasa (27/10/2020).

 

HALO KENDAL – Di Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon, Kendal, ada produsen mi ayam basah yang telah berdiri sejak tahun 2002 dan hingga kini masih eksis memproduksi di tengah pandemo corona. Bahkan dalam sehari mampu memproduksi mi basah hingga 100-125 kilogram.

Subur Falahudin merupakan produsen mi basah yang saat ini telah memiliki 70 pelanggan tetap, yaitu pedagang mi ayam di beberapa daerah yang ada di Kabupaten Kendal.

“Awal mula saya memiliki kemampuan membuat mi basah, dulu sempat bekerja dengan orang di daerah Bandengan yang fokus dalam pembuatan mi ayam,” terangnya, Selasa (27/10/2020).

Kemudian, lanjutnya, pada tahun 2002, dirinya mulai memberanikan diri untuk merintis usaha mandiri.

Subur menjelaskan, jika selama 2 tahun dirinya terus bekerja sendiri dan menawarkan produk mi ke beberapa orang.

“Setelah 2 tahun saya menekuni usaha dan pemasaran mulai meningkat, mi basah mulai saya diberi label dengan nama Mie Bangun Putra,” imbuhnya.

Menurut Subur, mi buatannya memiliki tekstur lembut dan kekenyalan yang terbilang beda atau memiliki ciri khas tersendiri.

Ia juga menjelaskan jika mi buatannya memiliki racikan alami dan tanpa bahan pengawet.

“Mi buatan saya ini punya ciri tersendiri. Alhamdulillah pedagang banyak yang jadi pelanggan, karena kata mereka enak, meski tanpa bahan pengawet jadi hanya mampu bertahan satu hari,” jelas Subur.

Soal harga, dirinya mengaku Mie Bangun Putra dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu dari harga Rp 15.000 dan Rp 16.000 per kilogramnya.

“Saat ini selain fokus pada penjualan mie basah, saya juga mulai memberikan pelatihan usaha dan pembuatan. Bagi siapapun yang ingin memulai usaha mi ayam dapat belajar untuk pembuatan hingga meracik mi ayam,” ungkapnya.

Adapun terkait pengadaan gerobak serta perlengkapan lain, Subur mampu membantu bagi siapapun yang berminat untuk terjun ke dunia usaha ini.

“Sistemnya kerja sama yang kami diterapkan, berupa pinjam gerobak. Calon pengusaha juga saya bantu dengan suplai bahan baku, baik dari mi hingga kebutuhan lain,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.