MHF Gelar Pelatihan Barista untuk Pemula di Kendal

 

Pelatihan barista kepada kaum milenial di Desa Sidomakmur, Kaliwungu Selatan, Rabu (28/10/2020).

 

HALO KENDAL – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92, Mochammad Herviano Foundation (MHF) kembali menggelar pelatihan barista kepada kaum milenial di Desa Sidomakmur, Kaliwungu Selatan, Rabu (28/10/2020).

Pelatihan yang diikuti 20 peserta selama 6 jam tersebut, dibimbing oleh barista Henry Christianto dari Tim MHF. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan maupun mengenal karakter kopi dengan baik dan benar.

Menurut Henry Christianto, yang utamanya adalah menciptakan kader barista di Kendal, untuk bisa mandiri dan ilmunya bisa ditularkan kepada teman-temannya.

“Kami berikan pemahaman dan pengetahuan pemberdayaan petani kopi, dari hulu sampai hilir. Bahkan sampai tingkat profesional,” kata Henry.

Di samping itu, peserta juga diajak mengenal kopi. Dari mulai aroma, rasa, dan asal dari kopi tersebut.

“Rasa kopi Robusta, Arabika dan Liberika itu berbeda. Demikian juga kopi dari satu daerah dengan daerah lain. Setelah mengenal aroma, rasa, dan karakter kopi, baru bisa membuat kopi. Syarat membuat kopi enak, hati harus bahagia,” terangnya.

Henry juga menjelaskan kepada peserta, bahwa kopi Kendal tidak kalah dengan kopi di daerah lain. Bahkan Kopi Kendal sudah dikenalkan sampai ke mancanegara.

“Materi utamanya adalah tentang teknik pengolahan dan penyajian kopi secara profesional. Harapannya setelah pelatihan ini, teman-teman bisa membuka kedai kopi atau cafe sendiri, sehingga bisa menjadi sumber penghasilan,” jelasnya.

Salah satu peserta, Budi mengaku senang bisa mendapat ilmu baru cara membuat kopi secara modern. Sebab selama ini, dirinya hanya bisa membuat kopi dengan cara tradisional.

Kopi dikasih gula, lalu dikasih air panas dan kemudian diaduk pakai sendok.

“Baru kali ini saya minum kopi tanpa gula, tapi rasanya enak dan tidak begitu pahit. Memang hasilnya beda, cara membuat kopi konvensional dengan cara modern. Rasanya lebih nikmat dan aroma kopinya jauh lebih tajam,” ungkapnya.

Budi menambahkan, setelah mendapat ilmu membuat kopi, dirinya akan mengasah keterampilannya. Dia pun mengaku sudah siap dan berencana membuka kedai kopi sendiri.

“Dengan belajar bersama-sama, pelatihan ini, bisa menambah wawasan saya. Apalagi dilatih oleh barista profesional dari MHF, yang cara melatihnya mudah dimengerti, karena langsung praktik. Saya yakin bisa buka usaha kedai kopi sendiri,” pungkasnya.

Usai pelatihan, tiap-tiap peserta juga mendapat bantuan seperangkat peralatan untuk meracik kopi. Peralatan tersebut bisa digunakan untuk berlatih cara meracik kopi sendiri di rumah supaya mahir dan siap membuka kedai kopi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.