in

Meski Tak Lagi Zona Merah, Tapi Muncul Kekhawatiran Krisis Tabung Oksigen Di Kendal

Foto ilustrasi corona.

 

HALO KENDAL – Lonjakan kasus Covid-19, yang terjadi usai Lebaran 2021, memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak akan terjadinya krisis tabung oksigen, khususnya di rumah sakit di Kendal.

Pasalnya, ketersediaan tabung tersebut penting dan diharapkan tidak akan menjadi persoalan baru dengan menjadi langka saat dibutuhkan, seiring adanya peningkatan kasus Covid-19.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Shodiq mengatakan, ketersediaan tabung oksigen di sebuah rumah sakit menjadi suatu yang mutlak dan harus ada.

“Terlebih kebutuhan penggunaanya akan menjadi tinggi, di saat terjadi peningkatan kasus yang terpapar virus Covid-19. Tabung oksigen ini penting,” terangnya, Rabu (23/6/2021).

Menurutnya, rumah sakit milik daerah harus bisa memenuhi dan jangan sampai kehabisan. Apalagi saat dibutuhkan tidak ada.

“Begitu juga dengan rumah sakit swasta lainya, juga harus ada tabung oksigen tersebut,” imbuh politisi PKB Kendal tersebut.

Mahfud mengungkapkan, selain pemenuhan tabung oksigen di rumah sakit, dewan juga akan mendorong supaya pemerintah desa bisa menyediakan tabung oksigen dengan menggunakan alokasi 8% dari dana desa untuk penanganan Covid-19.

“Sebagai langkah antisipatif jika ada warga yang terpapar Covid-19 mengalami gejala sesak napas, nantinya tabung oksigen bisa ditempatkan di setiap tempat isolasi terpusat,” ungkapnya.

Mahfud pun berharap, keberadaan tabung oksigen bisa menjadi alat pertolongan pertama bagi masyarakat sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.

Hal ini mengingat ketersediaan tempat isolasi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kendal penuh.

Sementara itu, Sekda Kendal Moh Toha mengatakan, ketersediaan tabung oksigen di setiap rumah sakit di Kabupaten Kendal dapat terpenuhi.

Ditegaskan, dari beberapa rumah sakit yang ada, dua rumah sakit di antaranya sudah menggunakan tabung oksigen dengan sistem terpusat.

“Yakni pasokan kebutuhan oksigennya kepada pasien dari tabung besar yang dimiliki RSUD Suwondo Kendal dan Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal,” tandas Toha.

Namun, lanjut Sekda, meski rumah sakit lainya belum memiliki tabung penyimpanan oksigen terpusat, pasokan tabung oksigen yang dimilikinya mencukupi.

“Lima direktur rumah sudah koordinasi dengan bapak bupati, semuanya menyatakan ketersediaan tabung oksigen. Sehingga tidak ada kekurangan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, meski saat ini Kabupaten Kendal sudah keluar dari zona merah, namun ketersediaan jumlah tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit sudah penuh.

“Kendal memiliki tempat tidur khusus pasien Covid-19 di semua rumah sakit dan rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) sebanyak 291 tempat tidur,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Ferinando, semua tempat tidur khusus Covid-19 sudah penuh.

“Bahkan sudah ada antrean perawatan yang menunggu ketersediaan kamar di ruang UGD. RSDC sendiri tidak kita fungsikan bagi warga yang mengalami gejala Covid-19 yang berat,” tukasnya.(HS)

Share This

Panglima TNI Bersama Kapolri Pantau Vaksinasi di Pelabuhan Tanjung Priok

Kapolda Jateng Tinjau Tempat Isolasi Alternatif Di Kendal