in

Meski Sekolah Masih Libur Akibat Pandemi, Dinas Pendidikan Kota Semarang Mulai Buka PPDB 2020

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri.

 

HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang kembali membuka pendaftaran peserta didik baru atau PPDB Tahun 2020. PPDB yang sepenuhnya menggunakan sistem online ini dibuka untuk jenjang TK negeri, SD negeri dan SMP negeri.

Untuk jenjang TK dan SD Negeri pendaftaran dibuka mulai tanggal 14 hingga 18 Juni 2020.

Sedangkan untuk SMP Negeri pendaftaran dimulai pada tanggal 21 hingga 25 Juni 2020.

“PPDB tahun 2020 ini semuanya menggunakan sistem online, sehingga tidak ada tatap muka. Ini sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, Kamis (3/6/2020).

Gunawan Saptogiri menegaskan, pendaftaran siswa baru tahun ini tetap mengacu pada sistem zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua siswa dan jalur prestasi. Untuk zonasi kuota yang disediakan maksimal adalah 50 persen, jalur afirmatif sebanyak 15 persen, perpindahan orang tua 5 persen.

Sedangkan sisanya untuk jalur prestasi. Untuk jalur afirmasi, menurut Gunawan Saptogiri diperuntukan bagi siswa yang masuk katagori miskin dan pemegang Kartu Indonesia Pinter (KIP).

Sedangkan jalur perpindahan orang tua diperuntukan bagi anak anggota TNI/Polri, Aparat Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN/BUMD.

Jika masih ada kursi kosong, jalur ini bisa digunakan untuk anak guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Gunawan Saptogiri berharap agar orang tua siswa bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah dalam zona, sehingga peluang diterima lebih besar dan lebih mudah transportasinya.

Mengenai zonasi dan aturan lainnya, orang tua siswa bisa mengakses pada sistem PPDB online Dinas Pendidikan Kota Semarang. Tiap calon siswa baru, untuk SMP bisa mendaftar di empat sekolah dan SD mendaftar di tiga sekolah.

“Tahun ini full menggunakan sistem aplikasi online sehingga bisa mendaftar dari rumah, tinggal upload dan menunggu pengumuman,” katanya.

Bagi orang tua siswa yang tidak memiliki perangkat komputer atau ponsel pintar, bisa menghubungi sekolah asalnya untuk dibantu mendaftar.

Di setiap sekolah, lanjut Gunawan Saptogiri, ada operator komputer yang setiap saat bisa dimintai tolong.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan semua sekolah agar bisa membantu orang tua siswa yang ingin mendaftar,” ujarnya.

Dia mengakui ada ribuan calon siswa SMP yang tidak tertampung di sekolah negeri. Hal ini bisa diliihat dari data siswa yang lulus SD ada sekitar 25 ribuan, sementara daya tampung SMP Negeri sekitar 11 ribuan siswa. Meski demikian orang tua siswa tidak perlu risau karena pemkot sudah menggratiskan 25 SMP swasta.

“Silakan mendaftar di SMP swasta itu. Di antaranya ada SMP Hasanudin 03, SMP Al Islam, SMP Muhammadiyah, SMP PGRI 12 dan lain sebagainya,” tandasnya.(HS)

Share This

Tiga Pasar Tradisional yang Jadi Klaster Baru Corona, Ditutup Sementara

Relawan Rumah Putih Sugiono Bagikan Ribuan Masker untuk Buruh di Kawasan Candi Semarang