Meski Pandemi, Kepesertaan Aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kendal Terus Naik

Kepala BPJS Ketenagakerjaan BP Jamsostek Cabang Kendal, Suriyadi.

 

HALO KENDAL – BPJS Ketenagakerjaan masih memberikan pelayanan terbaik saat pandemi Covid-19. Seluruh pelayanan BP Jamsostek pun berjalan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Kepala BP Jamsostek Kendal Suriyadi, di Kantor BP Jamsostek Kabupaten Kendal, Selasa (29/12/2020).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder BPJS Ketengakerjaan Cabang Kendal, baik kepada asosiasi pengusaha, serikat buruh/pekerja, paguyuban kemasyarakatan, tokoh masyarakat, media, dan semua pihak yang telah mendukung. Terutama kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang terus mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Kendal tahun 2020,” ujarnya.

Suriyadi juga menyampaikan laporan terkait jumlah keikutsertaan masyarakat Kabupaten Kendal dan kinerjanya selama masa pandemi virus Covid-19.

“Kepesertaan aktif tenaga kerja tahun 2020 di Kabupaten Kendal tercapai 55.238 tenaga kerja, atau 112,93 persen dari target tahun 2020,” terangnya.

Dikatakan, di tengah kondisi pandemi tahun 2020 ini, kepesertaan aktif untuk tenaga kerja penerima upah di Kabupaten Kendal sebanyak 36.750 orang.

“Ini artinya ada pertumbuhan sebesar 8,65 persen, dibandingkan tahun lalu. Selain itu, kepesertaan aktif tenaga kerja bukan penerima upah 6.065 juga tumbuh 0,18 persen dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Lebih jauh Suriyadi menjelaskan, untuk sektor jasa konstruksi dan pekerja migran Indonesia, mengalami dampak atau penurunan yang cukup signifikan. Yaitu kepesertaan aktif tenaga kerja sektor jasa konstruksi hanya 8.965 orang atau minus 47,48 % dibandingkan tahun lalu.

“Untuk kepesertaan aktif tenaga kerja pekerja migran Indonesia hanya 3.548 orang atau minus 47,25 % dibanding tahun lalu. Sedangkan penerimaan iuran mencapai Rp 76,9 miliar atau 118,26 persen dari arget tahun 2020. Artinya tumbuh 1,17 % dibandingkan penerimaan iuran tahun lalu,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan, terkait dengan pembayaran klaim jaminan di Kendal, terdapat 6.864 kasus yang dibayarkan. Angka itu turun 11,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Namun untuk besarnya nominal uang mengalami kenaikan sekitar 18,57 persen dibandingkan tahun lalu, dengan nilai pembayaran Rp 63,19 miliar. Kenaikan nominal klaim yang dibayarkan, salah satunya disebabkan adanya kenaikan manfaat program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ungkap Suriyadi.

Dia juga menerangkan, ada tiga momentum yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pada tahun 2020. Yang pertama adalah kenaikan manfaat tanpa kenaikan iuran diberlakukan sejak akhir tahun 2019.

“Kemudian, Program Bantuan Subisidi Upah (BSU) dari Pemerintah Pusat bagi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai bulan Juni 2020 di sektor penerima upah dengan gaji di bawah Rp 5 juta,” imbuhnya.

Sedangkan ketiga, lanjut Suriyadi, adalah relaksasi iuran yang berlaku mulai Agustus 2020 sampai Januari 2021.

“Kepada masyarakat khususnya pekerja yang belum ikut program BPJS Ketenagaakerjaan, untuk segera mendaftar. Karena ada kemungkinan program BSU akan diperpanjang sampai 2021. Sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang akan menerima manfaatnya,” pesannya.

Dirinya juga berharap, tahun 2021 diharapkan kondisi pulih dari pandemi Covid-19. “Sehingga keamanan kondusif, dan iklim perekonomian tumbuh, semua kesejahteraan masyarakat meningkat, termasuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” pungkas Suriyadi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.