Meski Ombak Besar, Nelayan Kendal Nekat Melaut

Perahu-perahu nelayan Bandengan, Kendal yang bersandar tidak berangkat mencari ikan akibat cuaca buruk, Kamis (18/2/2021).

 

HALO KENDAL – Demi memenuhi kebutuhan keluarga di tengah masa pandemi, sekalipun ombak tinggi dan cuaca yang kurang bersahabat, namun tidak menyurutkan nelayan Kendal untuk berangkat melaut.

Saat ini kondisi ombak di pantai Laut Utara Jawa pun masih tinggi, antara satu sampai tiga meter. Namun para nelayan Kelurahan Bandengan, Kendal tetap nekat mencari ikan.

Menurut pengakuan Munif, nelayan Bandengan, meski cuaca buruk, terutama angin kencang dan ombak tinggi, namun para nelayan tetap berangkat melaut dengan tidak sampai ke tengah.

- Advertisement -

Hal ini dikarenakan untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya. Belum lagi mereka harus merawat perahu dan jaring.

“Saat ini musimnya udang dan cumi. Meski ombaknya tinggi dan cuaca buruk kami tetap berangkat minyang (mencari ikan) meski waktunya diperpendek. Pagi berangkat, sore pulang. Karena desakan ekonomi keluarga. Apalagi di tengah merebaknya Covid-19 ini, apa-apa serba sulit,” ungkapnya.

Berbeda dengan pengakuan nelayan Bandengan lainnya, Faisol, yang memilih memperbaiki kapalnya yang mengalami kerusakan, agar bisa untuk mencari ikan lagi.

“Nelayan itu ya tergantung hasil laut. Kalau gak melaut, kebutuhan sehari-hari kami harus bon di warung dulu. Baru nanti pas berangkat minyang, pulangnya baru bayar bon,” ungkapnya.

Faisol menambahkan, saat cuaca ekstrem seperti sekarang ini, nelayan memang ada yang berangkat mencari ikan, namun juga tak sedikit memilih untuk memperbaiki perahu atau kapalnya.

“Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Kendal bisa memperhatikan nasib nelayan seperti kami di tengah paceklik akibat cuaca ekstrem juga ada pandemi Covid. Kami sangat membutuhkan,” tukasnya. (HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.