Meski Kemarau, Hujan Deras Kerap Guyur Kota Semarang dan Sekitar

Foto ilustrasi.

 

HALO SEMARANG – Meski masih masuk musim kemarau, beberapa pekan belakangan Kota Semarang kerap diguyur hujan deras tiap sore hari.

Bahkan intensitasnya juga tinggi, meski pada bulan September biasanya sebagian besar wilayah selatan Indonesia masih memasuki periode puncak musim kemarau.

Turunnya hujan saat kemarau ini banyak disyukuri petani di wilayah Semarang dan sekitar. Yasri, warga Rowosari, Kecamatan Tembalang mengatakan, biasanya pada bulan Agustus dan September banyak petani di Rowosari yang sudah kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau.

“Tapi dengan adanya hujan yang kerap turun di Kota Semarang, ancaman kekeringan tak menjadi momok bagi petani. Para petani bisa tenang karena saat ini memasuki masa tumbuh tanaman padi, yang membutuhkan pasokan air,” katanya, Minggu (13/9/2020).

Hal senada juga disampaikan Harno, petani di wilayah Gunungpati. Dengan seringnya turun hujan, membuat warga tak kesulitan mendapatkan air.

“Padahal beberapa wilayah di Gunungpati kerap mengalami kekeringan saat kemarau,” katanya.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang, Sabtu (12/9/2020) memberikan rilis tentang Perkiraan Musim Hujan Tahun 2020-2021 di Wilayah Jawa Tengah.

Dalam rilis tersebut disampaikan, berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, serta memperhatikan perkembangan kondisi fisis dan dinamika atmosfer regional maupun global yang sedang berlangsung, awal musim hujan tahun 2020/2021 di wilayah Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada bulan Oktober dan November 2020.

Awal musim hujan 2020/2021 paling awal terjadi pada Dasarian I Oktober (Awal Oktober 2020) meliputi wilayah, sebagian besar Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Wonosobo.

Serta sebagian Kabupaten Banyumas dan Magelang dan sebagian wilayah selatan Pemalang, Pekalongan dan Cilacap, Kebumen bagian utara, sebagian kecil wilayah utara Purworejo, sebagian kecil Kabupaten Brebes dan Tegal.

Sedangkan awal musim hujan paling akhir terjadi pada Dasarian III November (Akhir November 2020) meliputi wilayah Kabupaten Rembang bagian timur.

Puncak musim hujan sendiri diperkirakan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem (hujan lebat tiba-tiba dengan intensitas sedang-lebat, dalam durasi pendek yang dapat disertai angin kencang dan petir, kadang didahului dengan hujan es dan puting beliung) pada masa peralihan musim (pancaroba). Terutama pada bulan September dan Oktober 2020,” kata
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang,
Tuban Wiyoso dalam pers rilis yang diterima halosemarang.id, Minggu (13/9/2020).(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.