in

Merinding, Simak Penjelasan Ganjar Soal Covid-19 Varian Delta

Tangkapan layar video Ganjar Pranowo. (Sumber : Youtube)

 

HALO SEMARANG – Beragam cara dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk mengingatkan warganya akan bahaya Covid-19, terutama varian delta yang konon berasal dari India dan sudah menyerang Kabupaten Kudus.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyampaikan pesan melalui akun Youtube Ganjar Pranowo. Unggahan itu pun segera mendapat respons warganet. Bahkan ada yang mengungkapkan perasaan ngeri dengan kata “merinding”.

Dalam unggahan itu, Ganjar mengawali dengan data tentang serangan virus Covid-19 varian delta ke Kabupaten Kudus.

“Virus corona varian delta telah menyerang Kabupaten Kudus. Sampai 14 Juni 2021, varian yang konon berasal dari India ini, sudah terdeteksi menjangkiti 62 saudara kita yang ada di kudus,” demikian Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, semua pihak patut waspada karena varian delta ini pula yang telah menimbulkan korban dengan jumlah sangat besar di India. Hal itu karena tingkat penularan varian ini sangat cepat. Bahkan Ganjar menyebut, varian delta ini 50 persen lebih menular dibanding varian lainnya.

“Bahkan di India, pernah menyebabkan penambahan kasus 400 ribu lebih dalam sehari. Rumah sakit lumpuh, krematorium kwalahan mengurus jenazah, orang-orang tergeletak meninggal di jalanan,” kata Ganjar.

Ganjar juga menjelaskan, varian ini dapat dideteksi dari beberapa gejala, di antaranya gangguan pendengaran, gangguan lambung parah, sampai pembekuan darah.

“Ada kemungkinan, jumlah varian delta di Kudus, lebih banyak dari yang kita temukan saat ini. Sangat terbuka kemungkinan, varian ini telah masuk ke daerah-daerah lain,” kata dia.

Dia mengatakan, 62 pasien di Kudus tersebut, diketahui positif Covid-19 varian delta, setelah dilakukan uji laboratorium dari 72 sampel. Hal itu berarti sebanyak 86,11 persen sampel yang diperiksa, positif varian delta.

“Mau dibilang dan dibantah bagaimanapun, penularan Covid-19 di Jawa Tengah sedang tinggi-tingginya, dan dengan varian baru yang lebih berbahaya. Saat ini sudah ada delapan daerah di Jawa Tengah, yang masuk zona merah. Kudus, Demak, Jepara, Pati, Grobogan, Kabupaten Tegal, Brebes, Wonogiri.

Pada 14 Juni 2021, penambahan kasus Covid di Jawa Tengah mencapai 1.372 kasus dalam sehari. Dan total dalam satu minggu, bertambah 3.331 orang. Tetapi yang membuat saya nggrantes, adalah jumlah warga yang meninggal mencapai 756 orang.

Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un. Lalu bagaimana caranya untuk melawan virus varian delta ini ? Sebenarnya tidak sulit. Hanya perlu kesadaran panjenengan, untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Sekali lagi, patuhi protokol kesehatan. Pakai terus maskermu ! Jangan berkerumun ! Kalau ada kerumunan, ingatkan mereka agar bubar ! Dan sering-seringlah untuk mencuci tangan,” kata Ganjar lagi.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menyinggung kebiasaan warga yang suka selfie. Bisa saja warga ke mana-mana mengenakan masker. “Tetapi kemudian membuka masker saat selfie, itulah celahnya. Sudah banyak contohnya. Kemarin, 13 guru di Sragen positif Covid, hanya gara-gara tidak pakai masker saat selfie.”

Sikap menyepelekan itulah, yang membuat kasus di Jawa Tengah, terus-terusan naik.

“Saya meminta pada seluruh warga Jawa Tengah, mulai detik ini juga, patuh dan taat pada protokol kesehatan,” kata dia.

Unggahan Ganjar melalui akun Youtube tersebut segera mendapat respons dari para warganet. Hanya dalam lima jam, videonya sudah ditonton 17.298 kali.

Ratusan komentar juga diberikan warga. “Sedih mendengarnya.. ya Alloh lindungilah warga Indonesia,” kata akun Rensy Purwokerto.

Komentar bernada ajakan juga disampaikan akun Sri Wahana. “Mari warga Jateng, kita ikuti anjuran bapak Gubernur, supaya Jateng segera terbebas dari pandemi Covid 19.”

Ada juga yang menyampaikan komentar, dengan gaya humor. Seperti yang disampaikan akun Warga Semarang, dengan mengatakan “Walah virus oplosan teko… Ati2 luurrrr, tetap disiplin prokes dan jangan lupa bahagia happy”.

Juga yang disampaikan akun Singo Gede. “Merinding Pak dengar penjelasan panjenengan soal virus rewog-rewog varian Delta dari India.” (HS-08)

Share This

TMMD Reguler di Kelurahan Pajang, 40 Km Talut Kali Brojo Mulai Dibangun

Polri Terus Buru Sejumlah DPO Jaringan 1,1 Ton Sabu-sabu