Meriahnya Suasana di Pasar Rakyat Kecamatan Ngampel

Para pedagang dadakan di pasar tiban Kecamatan Ngampel.

 

HALO KENDAL – Di bulan Puasa, banyak bermunculan “pasar tiban” atau pasar dadakan di beberapa daerah di Kabupaten Kendal. Salah satunya Pasar Tiban di halaman Kantor Kecamatan Ngampel.

Di tempat ini, tiap sore hari selalu ramai oleh pengunjung. Ada yang datang untuk mencari makanan dan minuman sebagai menu berbuka, ada pula yang hanya sekadar jalan-jalan untuk menghabiskan waktu menunggu buka puasa.

Beraneka makanan kuliner, pakaian anak hingga dewasa pun tersedia di sana.

Tidak ketinggalan bermacam mainan anak juga dijajakan para pedagang Pasar Rakyat di Ngampel, Minggu (18/4/2021).

Awalnya, pasar dadakan ini hanya diisi oleh pedagang UMKM saja yang difasilitasi oleh camat setempat. Namun melihat halaman yang luas, akhirnya banyak penjual pakaian dan mainan ikut berjualan di sana.

Camat Ngampel, Sunarto mengatakan, meski pihaknya mengizinkan area kantor untuk berjualan, tapi khusus pedagang hanya diperbolehkan saat akhir pekan saja.

“Sedangkan untuk UMKM, kami persilakan untuk buka setiap hari, mulai jam tiga sore hingga bakda Maghrib,” ujarnya.

Hal ini Sunarto lakukan, karena banyak pedagang yang datang dari berbagai daerah.

Dirinya berharap, kegiatan ini bisa berkelanjutan, sehingga perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Ngampel bisa bangkit kembali.

“Namun demikian kami tetap mengedepankan protokol kesehatan. Semua pengunjung yang datang di Pasar Rakyat kami cek suhu, dan harus memakai masker tidakĀ  bolehĀ  berkerumun. Bagi yang tidak menggunakan masker, petugas kami akan memberikan masker, namun bukan untuk didenda,” ungkapnya.

Dari pantauan, pelaku UMKM banyak menjual makanan khas dan asli bikinan warga Ngampel. Di antaranya Kue Rangin yang berbahan beras ketan dan kelapa. Selain itu juga ada Pecel Semanggi dan Sate Keong, makanan khas yang banyak dicari warga.

Salah satu pedagang kuliner UMKM, Siti Rohana mengaku senang bisa jualan di halaman kecamatan.

“Biasanya saya berjualan di depan rumah saja. Dengan jualan diĀ pasar rakyatĀ halaman kecamatan, Alhamdulillah hasilnya lumayan meningkat,” ucapnya.

Hal senada disampaikan pedagang pakaian, Riski, ia yang berasal dari Semarang dan biasa jualan berpindah pindah, kadang di Kendal, kadang juga di Batang.

“Dengan adanya pasar ini, harapannya bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar sekaligus bisa memperkenalkan Kecamatan Ngampel,” ungkapnya.

Riski menambahkan, tiap hari sedikitnya ada sekitarĀ 23 pedagang UMKM kuliner, dan puluhan pedagang pakaian dan mainan anak anak yang berjualan di tempat ini.

“Sehingga pelaku UMKM bisa menyediakan berbagai kebutuhan Lebaran. Mulai dari fashion hingga kuliner, yang bisa membantu masyarakat. Jadi tidak harusĀ beli jauh keĀ toko atauĀ mal,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.