in

Merasa Tertipu, Reseller Arisan Online Di Salatiga Melapor Ke Polda Jateng

Kuasa Hukum Reseller Arisan Online , Mohammad Sofyan bersama kliennya saat melaporkan pengelola arisan bermasalah di Salatiga ke Polda Jateng.

 

HALO SEMARANG – Para reseller arisan online di Salatiga melaporkan pengelola atau owner arisan ke Polda Jateng, lantaran tak sesuai yang diharapkan.

Para reseller yang rata-rata adalah ibu rumah tangga resah karena mendapat teror paska kaburnya pengelola arisan.

Kuasa Hukum Reseller, Mohammad Sofyan mengatakan, korban yang mengadu merupakan reseller dari Lelalang Arisan Online Salatiga. Hasil penelusuran di media online arisan tersebut telah memiliki banyak member.

“Korbannya ada ribuan, nilai kerugian sangat fantastis hingga ratusan miliar bahkan mendekati triliunan,” ujarnya kepada halosemarang.id, Selasa (7/9/2021).

Sofyan mengatakan saat ini ada tujuh orang reseller yang melaporkan ke Polda Jateng. Para reseller tersebut mempunyai peran hanya sebagai perantara untuk melakukan transaksi oleh pelaku.

“Satu reseller membawahi 214 hingga 221 member,” tuturnya.

Para reseller tersebut melaporkan pengelola arisan berinsial RA yang aktif di media sosial dengan nama akun maryunikemplik. Selain itu, mereka juga melaporkan pasangan RA, DL.

“Pelaku dilaporkan dengan dugaan melakukan tindak pidana pasal 372, 378 jo pasal 64 KUHP dan UU No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang,” ujarnya.

Menurutnya, laporan yang dilayangkan tersebut dianggap perlu, karena reseller yang merupakan kliennya mengalami hal lebih buruk. Mereka terkena sasaran para member yang merupakan korban, yang menuntut pengembalian uang.

“Para member melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap reseller. Hal ini merupakan imbas dari tindakan pelaku utama yang kabur,” pungkasnya.

Sofyan mengatakan, modus yang digunakan pelaku menawarkan melalui media sosial. Pelaku menawarkan lelang di media sosial sebesar Rp 5 juta, dan member cukup membayar Rp 3,5 juta.
“Dalam waktu dua minggu member mendapatkan uang pengembalian Rp 5 juta. Jadi keuntungan yang didapatkan 1,5 juta. Semakin tinggi pokok yang dibayarkan semakin tinggi keuntungan yang didapatkan,” terangnya.

Namun realisasinya, tawaran tersebut tidak terwujud.
Ia mengatakan, uang yang diduga dibawa kabur pelaku tidak hanya dari member saja, tetapi juga uang para reseller. Pelaku kabur dari kontrakan di Salatiga sejak 16 Agustus 2021 lalu. Namun ironisnya pelaku masih aktif di media sosial dengan nada provokatif.

“Total kerugian jika diakumulasikan mencapai  Rp 3 miliar yang terdiri dari uang member dan pribadi reseller,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani mengatakan, Polda Jateng telah mengkoordinir untuk melakukan proses penyidikan di wilayah Wonogiri, Boyolali, dan Solo. Sementara untuk Laporan Polisi (LP) yang di Polda akan segera digelar untuk menetapkan tersangka.

“Kondisi yang dimungkinkan untuk menjadi tersangka saat ini adalah seorang wanita dalam kondisi hamil. Pelaku dari Wonogiri proses penyedikan akan dilakukan secara profesional dan mengedepankan sisi kemanusiaan,” jelas dia.

Menurutnya, data korban dan kerugian saat ini sedang dihimpun. Menurutnya ada banyak Laporan Polisi yang masuk tentang kasus ini.

“Kira-kira kerugian mencapai miliaran untuk kasus ini,” ujar dia.

Selain menghimpun data kerugian, pihaknya saat sedang menelusuri aset-aset milik pelaku. Hal tersebut untuk mendapatkan fakta hukum.(HS)

Share This

Belum Genap Seminggu Terdaftar Peserta BPJS, Anggota Peradi Kendal Dapat Santunan Rp 42 Juta

Berprestasi, KPK Minta Ganjar Beri Motivasi Kepala Daerah se-Indonesia