Merapi Siap “Batuk”, Stupa Candi Borobudur Ditutup “Masker”

Balai Konservasi Borobudur (BKB) menutupi stupa Candi Borobudur dengan terpal, untuk mengantipasi erupsi Merapi. (Foto : magelang.kab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Balai Konservasi Borobudur (BKB), memasang “masker” pada stupa dan lorong Candi Borobudur. Cara ini dilakukan untuk melindungi candi tersebut, ketika sewaktu-waktu Gunung Merapi “batuk” dan menyemburkan abu.

Proses penutupan stupa candi Borobudur, dilakukan mulai dari lantai 8 dan lorong lantai 1 menggunakan terpal paulin. Terpal khusus ini, jika ditutupkan di stupa, tidak ada masalah kelembaban. Hingga Rabu (11/11) dari 32 stupa pada lantai 8 belum semuanya ditutupi.

“Kami melakukan tindakan preventif dan antisipasi agar nanti ketika terjadi erupsi dan arah abunya ke arah Magelang, Candi Borobudur sudah kita tutup dengan cover,” kata Kepala BKB Wiwit Kasiyati.

Terpal paulin tersebut, kata Wiwit, di lorong lantai 1 sudah digelar. Adapun di lantai lainnya sudah disiapkan di lokasi.

Menurutnya, penutupan akan dilakukan secara bertahap untuk lantai lorong 1. Tapi untuk lantai dan stupa lainnya cover itu sudah siap di tempat.

“Jadi jika erupsi itu terjadi dan abunya mengarah ke Magelang, kami segera melakukan tindakan menutup stupa yang lainnya,” kata dia, seperti dirilis magelangkab.go.id.

Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Kawasan Cagar Budaya (KCB) Borobudur, Bramantara menambahkan dalam pengelolaan warisan budaya dunia mempunyai sistem manajemen pengelolaan bencana. Hal ini sebagai salah satu wujud tanggap terhadap bencana.

Pemasangan cover ini, sebagai salah satu wujud tanggap BKB terhadap bencana. Bahannya terpaulin, aman saat diaplikasikan ke batu candi karena kelembaban dan temperatur yang tinggi itu akan seimbang. Artinya dapat mengantisipasi kelembaban, tumbuh lumut dan lain sebagainya.

“Walupun kita berdoa bersama bahwa ini tidak terjadi. Misalkan terjadi juga dengan skala yang kecil dibandingkan 2010,” harapnya.

Bramantara menjelaskan, pengalaman erupsi tahun 2010 pihaknya susah melakukan pembersihan abu vulkanik. Untuk itu sekarang memantau perkembangan aktivitas Merapi.

Dengan melakukan monitoring itu, imbuhnya, BKB bertahap melakukan tanggap bencana dengan melakukan pemasangan cover untuk melindungi batu Candi Borobudur dari abu vulkanik Merapi.

Ia mengakui, untuk sementara, BKB baru dapat menutup lantai di lorong 1 dan 32 stupa di teras 8.

“Kenapa belum semuanya, karena mengingat pemasangan ini juga tidak mudah. Artinya membutuhkan waktu dan konsentrasi dari personel,” ungkapnya.

Tidak hanya stupa, nantinya penutupan cover juga dilakukan pada keseluruhan bidang Candi Borobudur sambil menunggu update perkembangan aktivitas Merapi. Namun, jika nanti status Merapi turun, BKB akan melepas satu persatu terpal tersebut. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.