Merapi Siaga, Pemkab Boyolali Siapkan Logistik

Ilustrasi Gunung Merapi (Foto: magelangkab.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pemkab Boyolali mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi kemungkinan Gunung Merapi “batuk” lagi. Selain sumber daya manusia, termasuk sukarelawan, Pemkab juga mempersiapkan logistik.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sudah meminta semua pihak waspada, terkait dengan peningkatan status itu.

Seperti diketahui, Status Gunung Merapi ditingkatkan dari waspada atau level II menjadi siaga atau level III, mulai 5 November 2020 lalu.

“Kami kirim truk ke atas. Nanti kalau ada apa-apa, ada pengungsian, logistik bisa digunakan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Masruri, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Kamis (5/11)

Pihaknya juga telah memberikan instruksi kepada Camat Selo agar berkoordinasi dengan tiga desa di Kecamatan Selo. Desa-desa itu adalah Tlogolele, Klakah dan Desa Jrakah.

Terlebih, kini ada kerja sama yang terjalin melalui sister village atau desa bersaudara, antara Desa Klakah, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, yang diharapkan mampu meminimalisasi dampak yang ditimbulkan apabila Gunung Merapi meletus.

Sebagai tambahan informasi, Desa Tlogolele memiliki delapan dusun dengan jumlah penduduk sebanyak 2.786 orang. Untuk Desa Klakah yang terdiri dari enam dusun memiliki 2.973 penduduk. Serta Desa Jrakah yang memiliki 4.430 penduduk yang tersebar di empat dusun.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta warga tidak panik dengan peningkatan status itu. Namun semuanya juga harus tetap waspada, guna mengantisipasi bencana.

“Warga tidak usah panik, tapi tetap waspada. Saya kira masyarakat terdekat pasti sudah sangat paham soal ini, hanya kita tinggal bersama-sama saling mengingatkan dan saling memantau. Siapkan alat transportasi dan barang berharga agar bisa dibawa ke tempat pengungsian jika terjadi erupsi,” kata Ganjar, Kamis (5/11) lalu.

BPBD dan tim kebencanaan lain diminta terus memantau perkembangan Gunung Merapi agar bisa memberikan informasi sedini mungkin pada masyarakat. Ganjar meminta agar seluruh peralatan peringatan dini atau early warning system (EWS) yang ada harus dihidupkan dan dipantau semuanya.

“Kalau yang tidak ada EWS-nya, maka yang sifatnya tradisional harus disiapkan. Saya minta seluruh aparatur pemerintahan sampai tingkat desa hingga RT/RW yang ada di sana untuk siaga membantu warganya,” tegasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.