Merapi Siaga, Evakuasi Setelah Terbit SK Bupati

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto. (Foto : Pemkab Magelang)

 

HALO MAGELANG – Peningkatan status merapi menjadi siaga, membuat Pemkab Magelang harus mempersiapkan segala sesuatu, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi.

Untuk wilayah yang harus dikosongkan, adalah permukiman penduduk dalam radius 5 kilometer dari puncak Merapi.

Hal itu dikemukakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, berkaitan dengan kemungkinan erupsi Merapi.

Menurut dia, seperti dirilis situs resmi Pemkab Magelang, Kamis (5/11), proses evakuasi tidak bisa dilakukan serta merta. Harus didahului penjelasan pada warga dan sejumlah persiapan.

Secara administratif, Bupati Magelang akan segera mengeluarkan status “Darurat Merapi”, melalui Surat Keputusan (SK) Bupati. Setelah itu, evakuasi harus segera dilakukan.

Edi menjelaskan sejak Rabu (4/11/2020) malam, Merapi sudah memperlihatkan tanda-tanda sangat signifikan. Data yang paling menonjol adalah data terkait gempa.

“Gempa multifasenya sangat tinggi, kemudian devormasinya juga sampai 11 cm per hari. Data dan angka-angka ini semuanya sudah di atas kondisi letusan pada tahun 2006 tetapi di bawah letusan pada tahun 2010. Selain itu BPPTKG juga memberikan rekomendasi tambahan bahwa, potensi letusannya adalah eksplosif. Oleh karena itu ancaman bahayanya adalah lontaran material sampai ke permukiman warga,” jelas Edy. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.