in

Merapi Luncurkan Lava Pijar, Warga di Lereng Makin Waspada

Gunung Merapi (Foto: Jatengprov.go.id)

 

HALO KLATEN – Aktivitas Gunung Merapi, terpantau masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), melaporkan telah terjadi lima kali guguran lava pijar, Senin (22/2).

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak membuat warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi panik. Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu mengatakan warga tetap meningkatkan kesiapsiagaan, selama belum ada penurunan aktivitas erupsi Gunung Merapi.

“Tidak ada kegiatan yang signifikan, aktivitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasanya. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, rutin dilakukan ronda di malam hari sekaligus memantau aktivitas Gunung Merapi,” kata Jainu, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Dilaporkan, guguran lava pijar yang terjadi sekitar pukul 00.00 hingga 06.00 WIB dengan daya luncur hingga maksimum 800 meter ke arah barat daya. BPPTKG menyatakan selama periode pengamatan, telah terjadi 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-18 MM selama 8-78 detik.

Aktivitas guguran itu tidak mengubah rekomendasi. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Putih, sejauh maksimal lima kilometer.

Adapun lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. Hingga saat ini aktivitas Gunung Merapi berstatus Siaga level III. (HS-08)

Share This

Vaksinasi Tahap II di Kendal Dimulai Hari Ini

Wapres Minta Masjid Istiqlal Jadi Pusat Gagasan dan Gerakan Pembangunan