Merana, Gara-gara Jadwal Liga Tak Jelas PSIS Ditinggal Banyak Pemainnya

Pelatih kepala PSIS, Dragan Djukanovic saat memimpin latihan anak asuhnya di Stadion Kebondalem, Kabupaten Kendal, Rabu (2/9/2020). (Foto dok PSIS).

 

HALO SEMARANG – Penundaan kompetisi Liga 1 2020 membuat PSIS banyak ditinggalkan pemainnya untuk pulang ke daerahnya masing-masing.

Finky Pasamba, Safrudin Tahar, Abanda Rahman, dan hampir seluruh pemainnya pulang ke daerahnya.

Bahkan, pelatih PSIS, Dragan Djukanovic juga memutuskan meninggalkan klub kebanggaan masyarakat Jawa Tengah tersebut.

Tapi Dragan hanya akan kembali ke Serbia sementara waktu, selama kegiatan latihan tim diliburkan.

Sembari menunggu kepastian kelanjutan kompetisi Liga 1 2020, Dragan Djukanovic izin pulang kampung untuk bertemu keluarga kecilnya di Serbia setelah berpisah beberapa bulan.

Pelatih berkebangsaan Montenegro tersebut memang memutuskan tetap berada di Indonesia saat penundaan kompetisi Liga 1 pada Maret lalu.

Dragan beserta asistennya Zarko Curcic memutuskan tetap berada di Semarang. Kini keduanya akan kembali ke Serbia sementara waktu.

Secara pribadi, Dragan mengatakan belum bisa memastikan kapan akan kembali ke Semarang.

Dia akan tetap berkomunikasi dengan manajemen Mahesa Jenar.

“Setiap saat saya akan berkomunikasi dengan manajemen. Semuanya bergantung dari kabar mereka kapan saya kembali ke Semarang. Saya harap segera ada kepastian liga. Kita juga menunggu bagaimana keputusan PSSI,” imbuh eks-juru taktik Borneo FC tersebut.

Kapten tim PSIS, Wallace Costa Alves juga memutuskan pulang ke Brasil setelah lanjutan kompetisi Liga 1 2020 kembali ditunda.

Kompetisi tertinggi sepak bola Tanah Air tersebut seharusnya digelar pada awal Oktober ini.

Beberapa hari jelang pelaksanaan justru ada pemberitahuan jika kompetisi belum bisa dilaksanakan karena tak mendapat izin dari kepolisian.

Berdasarkan surat edaran PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, Liga 1 dan Liga 2 mengalami penundaan hingga November mendatang.

Di sisi lain, belum ada kepastian apakah kompetisi Liga 1 benar-benar bisa dilaksanakan November mendatang.

“Saya memutuskan untuk pulang dulu ke Brasil,” jelas Wallace, Jumat (9/10/2020).

Pemain tertua di tim PSIS tersebut tercatat hanya beberapa pekan berada di Indonesia.

Wallace tiba di Indonesia pada pertengahan September setelah berjuang melewati sejumlah pengurusan administrasi yang cukup rumit untuk bisa sampai ke Indonesia.
Terpisah, CEO PSIS Yoyok Sukawi juga sudah merestui keinginan pemain dan pelatihnya untuk pulang terlebih dahulu.

“Wallace saya izinkan pulang. Mereka kalau sudah punya Kitas keluar masuk tidak ada masalah. Daripada tidak ada kegiatan di sini, pemain dan pelatih kami bebaskan untuk pulang,” kata Yoyok.

Saat ini tinggal Jonathan Cantillana, pemain asing PSIS yang masih bertahan di Semarang. Untuk pemain lokal, penjaga gawang Jandia Eka Putra memutuskan masih bertahan di Kota Lumpia.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.