in

Menurut Polisi, Terbaliknya Perahu Wisata WKO Karena Kelebihan Muatan

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, dalam konferensi pers mengenai musibah perahu tenggelam di Waduk Kedungombo. Konferensi pers dilaksanakan di halaman gedung Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Boyolali. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Penyebab musibah perahu terbalik di Waduk Kedungombo, Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, bukan karena penumpang berswafoto, melainkan karena angkutan perairan tersebut kelebihan muatan.

Hal itu disampaikan Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, dalam konferensi pers mengenai kronologi kejadian tersebut, di halaman gedung Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Boyolali.

Kapolres mengatakan, dari hasil pemeriksaan pada saksi-saksi, kepolisian sudah menetapkan dua orang tersangka, yaitu inisial G (13) selaku pengemudi perahu motor dan Kardiyo (52) selaku pemilik warung apung Gako.

Morry juga menjelaskan bahwa sebelum musibah terjadi, 20 penumpang menaiki perahu putih yang dikemudikan oleh G, untuk menuju warung apung Gako milik tersangka Kardiyo, di kawasan Waduk Kedungombo. Warung tersebut berjarak sekitar 200 meter dari daratan.

Dengan mengutip pernyataan para korban selamat, Kapolres mengatakan tidak ada penumpang yang melakukan swafoto. Para penumpang berdiri karena panik, setelah melihat air mulai memasuki perahu.

“Pada saat kapal sudah mendekati warung, penumpang terutama di bagian depan perahu itu berdiri karena panik, karena air mulai masuk ke dalam kapal,” terang Morry, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dalam informasi yang diberitakan sebelumnya dari kesaksian G, penumpang di bagian depan berdiri untuk melakukan swafoto. Kemungkinan karena G berada di bagian belakang, sehingga dia berasumsi bahwa para penumpang melakukan swafoto.

Morry mengatakan bahwa sebelum terjadi kecelakaan, pada saat menaiki perahu, G sudah berusaha melarang penumpang untuk naik bersamaan. Tetapi penumpang bersikeras untuk naik, karena satu keluarga dan tidak mau terpisah. Hal tersebut mengakibatkan perahu kelebihan muatan.

“Untuk over kapasitas, ya. Saya dapat menyatakan demikian, perahu tersebut sangat tidak bisa menampung 20 penumpang sekaligus,” ungkapnya.

Sebagai informasi, perahu yang dipergunakan tersebut merupakan perahu bantuan dari Kementerian kepada nelayan keramba di kawasan WKO. Sehingga perahu dengan bahan fiberglass tersebut, sebenarnya untuk mengangkut pakan dan pupuk menuju keramba.

“Sekali lagi bukan untuk angkutan penumpang,” tegas Morry. (HS-08)

Share This

Ditarik Tarif Parkir Lebih Mahal di Klaten, Masyarakat Dipersilakan Mengadu

Penerbangan Balon Udara Raksasa di Wonosobo Digagalkan