in

Menuju Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Kota Magelang Ikuti Verifikasi Open Defecation Free

Verifikasi Open Defecation Free (ODF) di Kota Magelang. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO MAGELANG – Beberapa daerah masih ada yang belum lolos verifikasi, Open Defecation Free (ODF) karena warganya belum benar-benar siap untuk menyediakan sanitasi yang baik dan menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS).

Hal itu disampaikan Ketua Tim verifikator ODF Provinsi Jawa Tengah, Yuni Rahayuningtyas, terkait verifikasi di Kota Magelang.

Dia mengatakan ada beberapa daerah yang menyatakan sudah terjadi perubahan perilaku warga dalam buang air besar. Warganya juga sudah menggunakan jamban untuk buang air.

Tetapi disayangkan, limbah kotoran tersebut tetap dialirkan ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran. Dia berharap kondisi tersebut tidak terjadi di Kota Magelang.

“Verifikasi ini merupakan rangkaian penilaian yang dilakukan oleh tim verifikator, terhadap pernyataan bahwa telah terjadi perubahan perilaku, catatannya perubahan perilaku. Kami tekankan karena beberapa daerah yang mengusulkan dilakukan verifikasi, kenyataannya warga BAB di jamban tapi kontradiktif, karena masih dialirkan ke sungai,” kata dia, seperti dirilis magelangkota.go.id.

Yuni Rahayuningtyas juga menjelaskan, verifikasi ini akan memberikan gambaran nyata atas kesiapan dan keseriusan warga dan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, dalam upaya mengatasi masalah BABS.

Stop BABS juga merupakan salah satu pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang digaungkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pilar tersebut sekaligus untuk mendukung program pencegahan stunting.

Adapun Kota Magelang adalah daerah ke-28 yang diverifikasi.

Sebanyak 25 daerah lainnya sudah mendapatkan sertifikat ODF, sisanya masih dalam proses verifikasi.

Dijelaskan Yuni, program ODF telah dirintis sejak 2016, yang artinya sudah banyak langkah agar ODF di Jawa Tengah terwujud, dengan penggunaan dan akses jamban yang benar.

Upayanya di antaranya sosialisasi, pelatihan dan advokasi, kepada seluruh stakeholder, termasuk memberikan penghargaan kepada sanitarian dan sebagainya.

“Apabila masih ditemukan yang belum sesuai dengan kriteria, akan jadi bahan pembinaan, dan harus segera diperbaiki. Harapannya bukan mendapatkan sertifikat ODF, tapi langkah awal menuju pilar STBM selanjutnya,” kata dia, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Pihaknya berharap, dengan program ini dalam memotivasi Kota Magelang untuk mewujudkan masyarakat bebas BABS, dan segera memiliki roadmap menuju pilar-pilar STBM lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Istikomah menjelaskan, verifikasi ODF ini merupakan komitmen, dalam menyukseskan program STMB. Stop BABS adalah satu pilarnya, yang arahnya mendukung Kota Magelang menjadi kota sehat.

Adapun pilar STBM lainnya adalah mencuci tangan pakai sabun (CTPS), mengelola air minum dan makanan rumah tangga yang aman, pengelolaan sampah rumah tangga dengan benar, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga dengan aman.

“Persiapannya dengan memacu masyarakat berperilaku hidup sehat, karena tidak hanya sarana dan prasarana yang diverifikasi, tapi bagaimana perilaku masyarakat untuk mendukung ODF. Harapannya kita dapat sertifikat ODF, selanjutnya menuju empat pilar yang lain, dan tahun depan persiapan menjadi kota sehat,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz berharap hasil verifikasi menunjukkan hasil yang baik, dan ke depan perilaku BABS di Kota Magelang terus berkurang.

“Harapannya ke depan Kota Magelang bisa nol BABS. Mudah-mudahan bisa dikurangi, dan Kota Magelang jadi kota sehat,” kata dia. (HS-08)

Sosialisasi Cukai, Pemkab Blora Ajak Warga Desa Bangowan Tak Jual Rokok Ilegal

Masih Aman dari Ancaman Pemecatan