in

Menteri PUPR Cek Bendungan Jlantah Jatiyoso

Bupati Karanganyar saat berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Lokasi Pembangunan Bendungan Jlantah Jatiyoso. (Foto : karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono, meminta para pihak terkait pembangunan Bendungan Jlantah, agar segera menyelesaikan masalah ganti untung lahan dan pembenahan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ketika melakukan kunjungan kerja, sekaligus mengecek proyek pembangunan Bendungan Jlantah, di Kecamatan Jatiyoso, Minggu (13/11/2022).

Dalam kunjungannya, Menteri PUPR yang saat itu juga ditemui oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, mewanti-wanti semua pihak yang terkait untuk segera menyelesaikan segala persoalan, termasuk ganti untung kepada masyarakat serta perbaikan fasilitas yang sebelumnya terdampak proyek tersebut.

Menteri PUPR juga mengingatkan pengembang, agar melakukan penghijauan kembali tanaman yang sebelumnya rusak akibat proyek.

Projek Manajer pembangunan Bendungan Jlantah Alamsyah Fatih, mengatakan saat ini prosesnya pembangunan sudah berjalan sekirae 45.8 persen.

Dia menargetkan pada awal 2023 mendatang, semua persoalan itu sudah selesai, termasuk ganti untung dan perbaikan fasilitas masyarakat yang sebelumnya hilang.

“Karena penentuan lokasi (Penlok) saat ini sudah selesai dan tinggal menunggu hasil dari inventarisasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Alamsyah Fatih, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, yang saat itu datang menemui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengharapkan agar Pemerintah Pusat segera menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam pembangunan proyek bendungan Jlantah. Khususnya terhadap proses ganti untung yang mengakibatkan sejumlah tanah kas desa milik perangkat dan kepala desa hilang.

“Tadi saya minta Pemerintah Pusat untuk segera menyelesaikan proses ganti untung, kalau soal yang lain saya kira nanti selesai. Karena pemerintah desa dan masyarakat itu menunggu, kemudian juga untuk akses jalan yang hilang, agar jalan baru yang dulu sempat di rencanakan untuk segera di bangun,” kata dia.

Mempercepat Penyelesaian

Seperti diketahui, Kementerian PUPR saat ini tengah berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo dan Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.

Bendungan Jlantah dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, dengan salah satu fungsinya adalah mengaliri lahan pertanian seluas 1.494 hektare (Ha) untuk 2 (dua) Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, seperti dirilis pu.go.id, Jumat (16/9/2022) lalu,  mengatakan setelah berfungsi, Bendungan Jlantah juga akan menghasilkan air baku sebesar 150 liter/detik.

Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 625 KWh, reduksi banjir sebesar 70,34 m3/detik atau 51,26 % Q50, serta konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

“Kehadiran Bendungan Jlantah, tentunya akan menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Jawa Tengah. Saat ini konstruksinya telah mencapai 44 %, dan akan dipercepat proses penyelesaiannya dari rencana Desember 2023 menjadi Oktober 2023,” kata Jarot Widyoko.

Nantinya Bendungan Jlantah akan dilakukan penghijauan dan konservasi dengan menanam sejumlah pohon Bambu Petung.

“Penanaman tentunya nanti bisa melibatkan masyarakat setempat,” ujarnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama mengatakan Bendungan Jlantah merupakan tipe urugan random pasir kerikilan atau zonal inti tegak, yang memiliki kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik, bersumber dari aliran Sungai Jlantah.

“Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 70 m (dari dasar sungai), panjang puncak 404 meter. Adapun kontraktor, oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 965 miliar,” kata dia.  (HS-08)

Warga Tumpah Ruah Saksikan Presiden Jokowi dan MBZ Resmikan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Bentuk Generasi Islam Cinta Al-Qur’an, Baznas Cilacap Resmikan QCBC